KABAR BIREUEN –  Zakat Fitrah adalah zakat yang harus ditunaikan seorang muzakki yang telah memiliki kemampuan adalah wajib hukumnya.

Zakat Fitrah harus ditunaikan  sekali setahun saat bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri. Dikeluarkan sebelum shalat Idul Fitri yang menjadi pembeda dengan zakat lainnya.

Tgk Imum Meunasah Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Tgk Ulil Amri, menjelaskan hal itu kepada Kabar Bireuen saat warga tersebut menunaikan zakat fitrah di meunasah setempat, Sabtu malam (8/5/2021).

Dikatakannya, zakat fitrah berarti menyucikan harta, karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain. Tidak ada suatu alasan pun bagi seorang hamba Allah yang beriman, untuk tidak menunaikan zakat fitrah.

“Sebab, telah diwajibkan bagi setiap muslim, laki-laki, dan perempuan, orang yang merdeka atau budak, anak kecil atau orang dewasa,” jelas Tgk Ulil Amri.

Zakat fitrah tersebut dapat disalurkan melalui  lembaga amil zakat, meunasah-munasah dan mesjid-mesjid, sebelum waktu shalat Idul Fitri hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Itulah dasar pokok yang membedakan zakat fitrah dengan sedekah lainnya, sebagaimana Hadist Rasulullah SAW: “Barang siapa yang menunaikan zakat fitri setelah shalat Ied,  maka dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah” (HR Abu Daud).

“Dalam menunaikan zakat fitrah diawali dengan  membaca niat ,” ujar Tgk Ulil Amri.  (H. AR Djuli)