KABAR BIREUEN- Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), menggelar workshop jurnalis warga selama dua hari, Sabtu-Minggu, 30 September-1 Oktober 2017 di Aula Puskesmas Simpang Mamplam, Bireuen.
Workshop tersebut diikuti 15 warga Kecamatan Simpang Mamplam, dari empat desa fokus Program The Asia Foundation Social Acountability and public partisipation ( TAF SAPP) dan dua desa replikasi binaan Kompak.
Koordinator Jurnalis warga, Nurmalis kepada Kabar Bireuen mengungkapkan, workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang ilmu jurnalistik, pendidikan kritis dan pemanfaatan jurnalis warga.
Selain itu, untuk memberikan pemahaman terkait peran dan fungsi jurnalis warga serta menciptakan pola pikir jurnalis warga yang idealis, kritis dan transparan dalam menulis karya jurnalistik.
Pada workshop hari kedua, menghadirkan Redaktur Pelaksana Kabar Bireuen, Ihkwati sebagai narasumber dengan materi tentang teknik wawancara dan penulisan berita.
Membuat berita harus berdasarkan fakta, tidak boleh menbuat berita bohong. Berita juga harus sesuai dengan rumus berita, 5W + 1H,” katanya.
Semoga, katanya, ilmu yang dibagikannya itu bermanfaat bagi warga dan mereka bisa membuat tulisan kritis tentang semua hal yang terjadi, khususnya di kampungnya masing-masing.
Menyenangkan dan menjadi kebanggaan tersediri bisa berbagai ilmu dengan calon jurnalis warga tentang ilmu jurnalistik yang bisa mereka praktikkan nantinya,” sebut wanita yang akrab disapa Wati itu.
Peserta workshop tersebut tampak sangat antusias mengikuti materi yang dijelaskan. Selain memberikan teori, peserta juga diminta untuk mempratikkan langsung penulisan berita dan hasil wawancara. (Najib Zakaria).











