KABAR BIREUEN-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen dari Komisi II mendatangi kawasan konservasi satwa  di Gampong Pante Peusangan Kecamatan Juli, Minggu (22/3/2020).

Dalam kunjungan ke pendalaman Bireuen itu, Anggota Komisi II yang terdiri dari Surya Yunus, Faisal Hasballah, Munazir Nurdin, Taufiq Ridha dan Suhaimi Hamid  mendengar langsung curhat masyarakat gampong Pante Peusangan tentang konflik Gajah dengan para petani kebun dikawasan tersebut.

Warga berharap agar konflik gajah dengan para petani kebun supaya dapat dicarikan solusi dan peran pemerintah sangat diharapkan.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Keuchik Gampong Pante Peusangan, Syamsuddin bersama Imum Mukim Zainuddin, menyampaikan kepada anggota Komisi II, perlunya tindakan nyata dari pemerintah untuk menanggani konflik gajah dengan para petani kebun di kawasan tersebut.

“Dua bulan yang lalu. Gajah merusakan mesjid, tempat Ibadah masyarakat Pante Peusangan dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda dibangun baru. Kami berharap perhatian pemerintah mengatasi permasalahan ini,” sebut Mukim Zainuddin.

Hal yang sama juga disampaikan Keuchik Syamsuddin, yang berharap pada Pemerintah selain dapat mencari solusi mengenai konflik satwa di Gampong Pante Peusangan, juga meminta pemerintah agar memperhatikan kebutuhan  masyarakat, yaitu pembangunan akses jalan dan jembatan.

“Kondisi jalan di sini sangat memprihatikan. Banyak jalan sudah ditumbuhi hutan. Sehingga masyarakat yang ingin berkebun tidak ada akses jalan yang memadai,” curhat Syamsuddin pada Komisi II DPRK Bireuen.

Menanggapi persoalan yang disampaikan Imum Mukim dan Keuchik setempat, Ketua Komisi II DPRK Bireuen, Munazir Nurdin mengatakan aspirasi yang disampaikan masyarakat Gampong Pante Peusangan akan dibahas dalam rapat komisi, selanjutnya akan disampaikan kepada dinas terkait.

“Kita di Komisi II berharap agar akses jalan ke Gampong Pante Peusangan bisa dimudahkan. Pemda harus sama-sama mencari solusi jalur satwa tidak rusak. pembangunan bisa dirasakan masyarakat Pante Peusangan,” kata pria akrab dipanggil Boh Manok.

Sementara itu anggota Komisi II, Suhaimi Hamid menambahkan pihàknya sudah berupaya agar persoalan konflik gajah dengan masyarakat Gampong Pante Peusangan ditemukan sebuah solusi.

Pria yang akrab disapa Abu Suhai itu mengungkapkan, tahun 2020 ini, pihaknya sudah berupaya menyakinkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk program Bearing Gajah Kabupaten Bireuen, khususnya Gampong Pante Peusangan supaya terpilih untuk sebagai salah satu desa yang menjalankan program Bearing Gajah.

“Kita di Komisi II DPRK Bireuen mendukung penuh program Kementerian KLHK untuk menjalankan Program Bearing Gajah. Baik itu Bearing Pagar kecut dan Bearing alami.Dengan adanya program ini masyarakat terlindungi untuk bertani dan satwa tak terganggu,” pungkas politisi PNA ini.

Gampong Pante Peusangan Kecamatan Juli merupakan sebuah gampong yang ada di pendalaman Bireuen, dihuni 78 Kepala Keluarga, yang mengantungkan hidup pada sektor perkebunan. Luas lahan perkebunan 6000 hektar.

Konflik gajah dan manusia di Gampong Pante Peusangan sudah berlangsung sangat lama.(REL)

BAGIKAN