Minggu, 26 April 2026

Tgk Sulaiman, Ketua Sirul Mubtadin Bireuen: Jangan Cuma Kejar Dunia, Persiapkan Bekal Kembali ke Akhirat

KABAR BIREUEN- Balai-balai pengajian dan majelis taklim didominasi perempuan yang sudah tua-tua, umur 40-60 tahun ke atas, yang sudah ompong, yang masih muda-muda entah kemana.

Tapi , yang sudah tidak apa-apa, dari pada tidak ada yang mengaji dan mengikuti Majelis Taklim, orang tuapun boleh juga.Namun, lebih bagus sejak masih muda sudah mengikuti majalis taklim.

Demikian disampaikan Tgk Sulaiman, Ketua Sirul Mubtadin Kabupaten Bireuen dalam ceramah maulid, Sabtu malam (5/1/2019) di Balai Pengajian Raudhatul Mutaalimin, Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

“Banyak yang tak menjadikan mengaji sebagai prioritas,  hanya sibuk  mencari nafkah, hanya mengejar dunia semata.Seharusnya hidup di dunia untuk mencari pahala, mempersiapakan bekal di akhirat, uang itu penting tapi memgumpulan pahala lebih penting,” sebutnya.

“Kita hidup di dunia singkat, harus mempunyai bekal jika kembali ke akhirat, jangan lupa beribadah, pergi mengaji, berbuat kebajikan, sedekah, menyambung tali silaturahmi,” paparnya.

Karena itu, pesannya, kepada ibu-ibu dan bapak-bapak, kepada orang tua, mengurus diri sendiri penting, mengurus anak penting, tapi mengurus diri sendiri dari api neraka jauh lebih penting.

Pada kesempatan itu, Tgk Sulaiman yang akrab disapa Walidi memberi tausiah pentingnya mengirim doa untuk orang tua yang sudah meninggal dunia.

“Jangan lupakan jasa kedua orang tua, ibu dan ayah, mereka merawat kita dari kecil, membesarkan kita. Jadi selalu ingat pengorbanan mereka. Karena. meski kita banyak uang, kalau melupakan orang tua, tidak berdoa dan mengadakan samadiah (tahlilan) kepada almarhum, maka semua harta itu tak ada artinya dan tak bermanfaat,” katanya membuat jamaah terharu.

Sedekah dari anak yang diniatkan pahalanya sampai ke orangtuanya itu sangat bermanfaat dan membantu orang tuanya di akam barzah.

Tentang peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, banyak yang sudah malas kenduri maulid, kalaupun digelar, banyak yang asal-asalan.

Kalau kenduri perkawinan, justru digelar mewah-mewahan dan makanan berlimpah.

“Saya pengalaman menghadiri maulid di suatu tempat, setelah disambut ala kadarnya, makanannya serta menunya apa yang ada. Mau gak mau yang saya makan aja apa adanya ,” ungkapnya disambut tawa jamaah yang hadir.

Dengan mendengarkan ceramah di majelis taklim, katanya, supaya mendapatkan pahala dan bermanfaat.

“Kita mengharapkan pahala, agar bermanfaat, bagi diri saya sendiri dan semua jamaah yang hadir,” katanya.

Sebelumnya, mewakili jamaah Balai Pengajian Raudhatul Mutaalimin Cot Keutapang, Hasanuddin Usman, menyebutkan, peringatan maulid ini sebagai pengingat kelahiran Nabi Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari alam kejahilan dan kebatilan menuju kebajikan.

Kepada santri atau jamaah yang sudah bersusah payah untuk mensukseskan kenduri maulid dan acara dakwah malam ini, dia mengucapkan terima kasih.

“Mari kita simak baik-baik ceramah udah-mudahan apa yang disampaikan bisa menjadi pelajaran, bekal dalam hidup dan pedomana bagi kita semua,” harap Anggota DPRK Bireuen dari PKS tersebut. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

85 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Pulo Siron Telah Dipulihkan, Padi Gogo Ditanam Perdana

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang – Harapan baru bagi petani korban bencana di Kabupaten Bireuen mulai tumbuh dari Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang. Setelah...

Kasus Meninggalnya Dua Pelajar di Bireuen Terungkap, HRD Apresiasi Gerak Cepat Polisi dan Bongkar...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Misteri meninggalnya dua pelajar di Kecamatan Simpang Mamplam akhirnya terkuak. Kasus yang semula diduga kecelakaan lalu lintas itu ternyata perbuatan...

Polres Bireuen Ungkap Kasus Meninggalnya Dua Remaja Asal Simpang Mamplam, Dua Pelaku Jadi Tersangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Satreskrim Polres Bireuen menetapkan dua remaja berinisial MN (18), warga Jangka, MY (17), warga Peusangan yang diduga sebagai pelaku utama peristiwa tragis...

Hamdan Sati Merapat ke PKB, Sinyal Kuat Perubahan Politik di Aceh Tamiang

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang periode 2012–2017, Hamdan Sati, resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bergabungnya tokoh senior ini menjadi...

14 Bulan Pimpin Bireuen, Ini Capaian Kinerja Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ir H Mukhlis ST - Ir Razuardi Ibrahim MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030 oleh Gubernur...

KABAR POPULER

Polres Bireuen Ungkap Kasus Meninggalnya Dua Remaja Asal Simpang Mamplam, Dua Pelaku Jadi Tersangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Satreskrim Polres Bireuen menetapkan dua remaja berinisial MN (18), warga Jangka, MY (17), warga Peusangan yang diduga sebagai pelaku utama peristiwa tragis...

Hamdan Sati Merapat ke PKB, Sinyal Kuat Perubahan Politik di Aceh Tamiang

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang periode 2012–2017, Hamdan Sati, resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bergabungnya tokoh senior ini menjadi...

Kasus Meninggalnya Dua Pelajar di Bireuen Terungkap, HRD Apresiasi Gerak Cepat Polisi dan Bongkar...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Misteri meninggalnya dua pelajar di Kecamatan Simpang Mamplam akhirnya terkuak. Kasus yang semula diduga kecelakaan lalu lintas itu ternyata perbuatan...

14 Bulan Pimpin Bireuen, Ini Capaian Kinerja Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ir H Mukhlis ST - Ir Razuardi Ibrahim MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030 oleh Gubernur...

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...