KABAR BIREUEN – Firman Allah: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik kepada orang berbuat jahat, maka pahalanya dari Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang zalim (QS. Asy Syura 42:40).

Memaafkan dan berbuat kebaikan adalah cara terbaik memadamkan perbuatan buruk (zalim) orang lain kepada kita. Rasulullah SAW adalah teladan dalam memaafkan. Beliau diludahi oleh kaum kafir Quraisya ketika hendak pulang dari mesjid, tapi tak pernah membalasnya dengan meludahi kembali mereka.

Kisah Rasulullah dilempari batu oleh budak hingga kakinya berdarah, tapi dilakukan Rasulullah mendoakan meraka, agar mendapat pengampnnan Allah.

Demikian antara lain disampaikan Tgk Idris Meuanasah Gadong dalam tausiah subuh di hadapan jamaah Mesjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, Sabtu (8/5/2021) subuh.

Dikatakannya, Rasulullah tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan. Tak pernah ada dendam di hatinya. Begitulah karakter Rasullah karakter pemaaf yang patut diteladani. Jika sesorang datang kepada beliau untuk minta maaf, beliau idak segan-segan memaafkan orang tersebut.

Bagi kebanyakan orang, sebut Tgk Idris, butuh waktu untuk memaafkan namun bagi orang-orang yang berjiwa besar dan mengharapkan keridhaan Allah, hatinya akan rela memaafkan. Dan Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kebajikan setiap hamba-Nya. Dan akan membalas ke lapangan orang yang mau membuka pintu maafnya dengan limpahan kemuliaan.

Lebih lanjut dikatakannya, Sabda RasulullahSAW, sedekah tidak akan mengurangi harta benda. Allah pasti akan menambah kemuliaan seorang hamba yang mengedepankan sikap maaf, dan jika seseorang merendahkan diri pada Allah pasti Allah akan memuliakannya, (HR Muslim).

“Hanya Allah yang Maha Sempurna, semua manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia pada ketidakkesempurnaannya, agar hati kita selalu terbuka untuk memaafkan orang lain,” ujar Tgk Idris.

Dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1422 H, sebagai hari kemenangan umat Islam sedunia, Tgk Idris juga menyampaikan keutamaan silaturrahmi dalam Islam.

Menurutnya, hikmah silaturrahmi yang pertama bisa merekatkan tali persaudaraan. Sebagai manusia, tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan, bahkan tanpa disadari telah menyakiti hati seseorang.

Dengan silaturrahmi, kata dia, akan memberikan hikmah untuk merekatkan ukhuwah dan kekerabatan yang lebih harmonis. Di dalam beberapa hadist, bahwa dengan bersilaturrahmi dapat memperbanyak rezeki, menambah empati dan menjauhi sikap egois, menambah kekuatan dan kesatuan Islam, memperluas persaudaraan.

“Silaturrahmi juga menjadi tolok ukur seseorang beriman kepada Allah SWT. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya dan menyambung hubungan silaturahmi,” ujar Tgk Idris. (H. AR Djuli)