KABAR BIREUEN-Kebakaran di Dusun Damai Desa Pulo Ara Geudong Teungoh Kecamatan Kota Juang Jum’at malam (20/3/2020) sebanyak 12 unit rumah warga dan sayu unit Balai Pengajian Tarbiyatul Huda milik Tgk H Ramadhan yang akrab disapa Tudan.

Seluruh peralatan Balai Pengajian termasuk 2000 buah kitab antara lain kitab lapan seluruhnya habis terbakar. Ini musibah dari Allah, harus tetap bersabar serta tidak mematahkan semangat untuk melanjutkan kembali pendidikan Agama bagi santri-santriwatinya.

Tgk H Ramadhan(36)  tokoh Agamawan muda yang akrab disapa Tudan, Alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga dalam suatu percakapan dengan wartawan Kabar Bireuen di kantor Desa Pulo Ara Selasa (24/3/2020) mengatakan, balai pengajian didirikan tahun 2000 saat konflik Aceh masih berkecamuk, mengakibatkan banyak sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA di Bireuen dan sekitarnya terbakar.

“Akibat terlantarnya pendidikan umum murid SD dan SMP, saya berinisiatif mendirikan Balai Pengajian memilki Akte Notaris di Dusun Damai Desa Pulo Ara sebagai pendidikan Agama menampung putera-puteri warga Desa Pulo Ara dan desa lainnya, sebagai santri-santriwati untuk belajar mengaji Al Qur’an, pelajaran Tauhid, Fiqqah dan Ilmu Tasauf,” ungkapnya.

Selama 20 tahun memimpin Balai Pengajian sudah ratusan santri-santriwati telah menyelesaikan pendidikan Agama di Balai Pengajian Tarbiyatul Huda yang mahir membaca Al Qur’an, dan telah melanjutkan pendidikannya ke pendidikan Menengah Atas bahkan ke Perguruan tinggi.

Memasuki tahun 2020 Balai Pengajian Tarbiyatul Huda  yang dipimpinya memiliki santri-santriwati baru sebanyak 80 orang dengan tenaga pengajar 10 orang.

Dikemukakan, sejak terbakarnya balai pengajian beserta 12 unit rumah warga Dusun Damai Desa Pulo Ara, kegiatan belajar mengajar di Balai Pengajian Tarbiyatul Huda sudah seminggu terhenti total

“Saya memohon uluran tangan Pemkab Bireuen dan Bapak Plt Gubernur Aceh untuk membantu membangun kembali Balai Pengajian di lokasi yang sudah hangus terbakar, agar santri-santriwati yang sudah terhenti total dan melanjutkan kembali pendidikan agama seperti semula,” harap Tudan. (H.AR Djuli).

BAGIKAN