KABAR BIREUEN – Jamaah Masjid Agung Sultan Jeumpa,  masyarakat Desa Bireuen Meunasah Capa dan kota Bireuen mengeluh. Pasalnya, mereka sangat sulit menyeberang jalan menuju masjid tersebut untuk melaksanakan shalat berjamaah lima waktu karena  setiap hari jalan Bireuen – Takengon padat arus lalu lintas.

Konon lagi Masjid Agung Sultan Jeumpa berlokasi di lintasan  Jalan Bireuen –Takengon yang setiap hari padat arus lalu lintas pihak Dishub Bireuen tak ada satupun memasang rambu lalu lintas kecepatan kendaraan dan rambu terompet.

Sehingga pengendara masih membunyikan klakson kendaraan saat melintas di sekitar kawasan masjid sangat mengganggu jamaah masjid yang sedang melaksanakan shalat berjamaah lima waktu dan shalat Jum’at.

Tgk Abdul Latif dan beberapa jamaah Masjid Agung warga Desa Bireuen Meunasah Capa dalam percakapan dengan Kabar Bireuen usai shalat Ashar Sabtu (20/6/2020) mengatakan, Masjid Agung Bireuen yang berlokasi di lintasan jalan Bireuen setiap harinya pasat arus lalu lintas dari dua arah Bireuen – Takengon dan sebaliknya.

Selama ini jamaah Masjid sangat mengeluh karena lalu lintas kenderaan roda dua, roda empat dan kenderaan berbadan lebar saat melewati jalan depan Masjid Agung Sultan Jeumpa masih menggunakan kecepatan tinggi dan tidak memberikan kesempatan kepada para jamaah Masjid menyeberang jalan menuju masjid maupun pulang dari masjid.

Para jamaah kaum  muslimin dan muslimat  yang berjalan kaki, menggunakan kenderaan roda dua dan roda empat harus menunggu lama kesempatan menyeberang jalan menuju masjid maupun pulang  dari masjid ke rumahnya masing-masing.

Ironisnya lagi jika malam hari masih banyak pengendara kenderaan roda dua dari dua arah Bireuen – Takengon dan sebaliknya tanpa menyalakan lampu kenderaan melawati depan Masjid Agung dengan kecepatan tinggi sangat berisiko terancamnya kelecakaan bagi para jamaah.

Karena itu para jamaah Masjid Agung Sultan Jeumpa dan warga masyarakart Desa Meunasah Capa, kota Bireuen dan sebagian warga desa Pulo Ara sangat berharap kepada Pemkab Bireuen melalui Dinas Perhubungan sudah saatnya memasang Trafigh Ligh (Lampu Merah) di sebelah utara depan rumah Bupati Bireuen dan sebelah selatan depan rumah H Subarni A Gani tokoh pendiri Kabupaten Bireujen.

Selain itu, perlu memasang rambu kecepatan lalu lintas dan rambu terompet agar pengemudi kendaraan tidak lagi membunyikan klakson kendaraan di depan masjid.

“Dengan adanya Lampu merah di dua arah sudah dapat memberikan kesempatan dan keselamatan kepada para jamaah menyeberang jalan menuju masjid, pulang dari masjid  maupun warga Desa Bireuen Meunasah Capa menuju kota Bireuen melalui jalan Bireuen–Takengon,” harap Tgk Abdul Latif. (H.AR Djuli)

BAGIKAN