
KABAR BIREUEN– Sejumlah petani di Kecamatan peulimbang mengeluhkan kelangkaan pupuk, terutama phonska untuk kebutuhan tanaman padi mereka yang sudah berumur 20 hari.
Apabila kelangkaan pupuk tidak segera diatasi kemungkinan hasil panen padi mereka tidak maksimal.
Hal itu dikatakan salah seorang petani Alya Alfarisyi kepada Kabar Bireuen, Sabtu (1/7/2017), yang menyebutkan, dia dan sejumlah petani sudah mencari pupuk phonska tersebut ke sejumlah toko pertanian, namun tak ada stok, yang ada hanya urea.
Kabarnya, sebut Alya, kelangkaan pupuk Phonska dan SP 36 tersebut sudah terjadi sejak dua bulan lalu itu tak hanya di Peulimbang, tapi juga di Jeunieb, Peudada dan Pandrah.
“Saya sempat menanyakan ke salah satu pedagang di toko pertanian Ilah Daya Peulimbang, mereka bilang saat dipesan, barangnya tak tersedia,” ungkap Alya.
Dia juga sempat mencari pupuk tersebut di toko pertanian di Pasar Kota Bireuen, juga tak ada pupuk tersebut. Padahal, tanaman padi saat ini sangat membutuhkan pupuk phonska, tapi sangat disayangkan disaat pupuk tersebut dibutuhkan malah tak ada di pasaran.
Alya Alfarisyi sangat mengharapkan agar pemerintah segera mengatasi kelangkaan ini apabila tidak segera ditangani kemungkinan besar hasil dari panen yang akan datang tidak maksimal.
Salah seorang pedagang pupuk bersubsidi di seputaran Pasar Kota Bireuen yang dikonfirmasi Kabar Bireuen Sabtu (1/7/2017) menyebutkan, stok pupuk bersubsidi di tempatnya memang belum masuk, karena masa tanam di kawasan Kota Juang, Juli, Jeumpa dan Kuala memang belum dimulai.
“Informasinya, masa tanam baru dimulai pada September atau Oktober 2017 nanti. Jadi pupuknya baru ada saat masa tanam itu. Pupuk bersubsidi di tempat saya tak bisa diperjualbelikan kepada petani di luar wilayah Kota Juang dan sekitarnya. Itu melanggar ketentuan,” jelas pedagang asal Kota Juang yang tak mau namanya dipublis itu.
Dia mengakui, dalam beberapa hari ini, memang ada petani asal Peulimbang yang mampir ke tempat usahanya menanyakan stok pupuk Phonska. (Ihkwati)









