Abiya Jeunieb sedang menyampaikan ceramah Nuzulul Quran di hadapan jamaah Masjid Al Amin Pulo Ara, Sabtu malam (9/5/2020)

KABAR BIREUEN–Pengurus Masjid Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang Bireuen usai melaksanakan shalat Tarawih menggelar peringatan Nuzulul Quran 1441 Hijriah di Masjid setempat Sabtu malam (9/5/2020.

Tgk M Yusuf pimpinan Dayah Rauhul Mudi yang akrab disapa Abiya Jeunieb dalam ceramahnya di hadapan para jamaah Masjid Al Amin antara lain menegaskan peringatan Nuzulul Quran sangat penting, karena Al Quran kitab yang terakhir  diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW berserta seluruh ummatnya sebagai pedoman hidup di dunia dan akhirat kelak.

Dikatakan, Al Quran diturunkan Allah SWT dalam bulan Ramadhan, sehingga Ramadhan disebut juga sebagai bulan Al Quran harus diamalkan dan dibaca oleh ummat Islam .

Barang siapa yang senantiasa membaca Al Quran walau satu ayat sekalipun, pada hari Qiamat nanti Al Quran akan kunjungi orang-orang yang membaca Al Quran, ujar Abiya Jeunieb.

Dikemukakan, keistimewaan Ramadhan tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan berbagai  petunjuk  serta perintah antara yang benar dan  yang salah.

Firman Allah SWT yang artinya, di bulan suci Ramadhan diturunkan Al Quran sebagai petunjuk untuk manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang bathil. (QS.2: 185).


Jamaah Masjid Al Amin Pulo Ara Geudong Teungoh.

Al Quran yang diturunkan dalam bulan Ramadhan berisi 30 juz, 114 surat terdiri dari 6.666 ayat diturunkan Allah SWT untuk memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus serta memberi kabar gembira bagi orang-orang mengerjakan amal shaleh.

Keistimewan lain di bulkan Ramadhan Allah mewajibkan orang-orang yang beriman untuk berpuasa sebulan penuh, karena puasa Ranadhan termasuk ibadah wajib rukun Islam keempat.

“Sabda Rasullah diriwayatkan Ibnu Majah dan Baihaqi barang siapa yang berpuasa dan mengerjakan shalat malam dengan sungguh-sungguh karena iman mengaharap ridha dari Allah diampuni dosa-dosanya seperti baru dilahirkan dari rahim ibunya,” sebut Abiya.

Di bulan Ramadhan Allah menurunkan malam Lailatul Qadar  sutau malam yang bernilai sangat tinggi lebih mulia dari seribu bulan (83 tahun 4 bulan) .Allah berfirman, “Sesungguhnya kami menurunkan Al Quran pada malam kemuliaan Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar lebih mulia dari seribu bulan.

Pada malam kemuliaan itu turun malaikat-malaikat dam Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur sengala urusan,   malam penuh kesejahteraaan sampai terbit fajar (QS.97 : 1-5)

Lailatul Qadar merupakan suatu malam yang diturunkan ayat pertama Al Quranul Qarim kepada Nabi Muhammad sekaligus malam pengukuhan beliau sebagai pengemban rirasalah Allah tugas suci menyebarluaskan ajaran Islam kepada umat mnusia.

Pada malam AL Qadar ribuan malaikat turun berdoa mengumandangkan permohonan ampun kepada Allah untuk mansuia, karena malam diturunkan Al Quran yang berisi ajaran seluruh aspek kehidupan manusia  didunia dan akhirat kelak.

Abiya Jeunieb juga mengemukakan, shalat Tarawih atau shalat Qiyam tidak dijumpai pada bulan-bulan yang lain kecuali di bulan Ramadhan merupakan keistimewaan tersendiri.

“Shalat Tarawih adalah shalat sunat yang pernah dikerjakan Rasullulah. Dalam sabdanya, Barang siapa yang mnengerjakan sunat di bulan Ramadhan dengan suatu kebaikan nilainya laksana mengerjakan yang wajib di bulan lainnya. Dan barang siapa yang mengerjakan yang wajib di bulan Ramadhan bagaikan orang mengerjakan 70 kali yang wajib di bulan lainnya,” jelas Abiya Jeunieb. (H.AR Djuli)

 

BAGIKAN