KABAR BIREUEN – Narapidana dan tahanan penghuni Rumah Tahanan Negara Cabang Bireuen akhir tahun 2018 hingga 21 Februari 2019 meningkat tajam over kapasitas mencapai 391` orang. Sedangkan kapsitas tampung status Cabang Rutan Bireuen hanya 85 orang.
Kepala Cabang Rutan Bireuen Sofyan,SH (foto) didampingi Kasi Pelayanan Napi dan Tahanan Fauzi,SH menjelaskan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen di ruang kerjanya Kamis (21/2-2019).
Penghuni Cabang Rutan Bireuen terdiri dari 290 narapidana yang sudah mendapat hukum tetap PN Bireuen sedang menjalani hukuman dan 101 tahanan Polisi/Jaksa yang masih menjalani proses penyidikan untuk diadili di Pengadilan Negeri Bireuen.
Diantara 391 napi dan tahanan terdapat penghuni wanita terdiri dari delapan narapidana dan satu tahanan.
Kasus yang paling menonjol penghuni Cabang Rutan Bireuen terutama kasus Narkoba mencapai 70 persen, disusul kasus kriminal pembunuhan, penipuan, perkosaan, perlindungan anak dan kasus lainnya.
Untuk mengatasi over kapsitas penghuni Rutan Bireuen yang yang jumlahnya sudah setara dengan status Lembaga Pemasyarakatan (LP) pihaknya terpaksa memanfaatkan musalla dan ruang tamu Rutan di luar kamar tahanan dijadikan sebagai tempat tidur para penguhi Rutan.
Penghuni Rutan Bireuen kendati Over kapasitas masih masih sangat tertib mematuhi peraturan, dan tiap Senin dan Kamis pihak pihak Rutan dibantu Puskesmas Kota Juang setiap minggu memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada para penghuni Rutan agar mereka tetap sehat dalam menjalani pembinaan.
Kendati petugas Rutan hanya 38 orang tidak sebanding dengan jumlah penghuni Rutan, pimpinan bersama petugas Rutan setiap hari memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan Rutan maupun keluarganya yang berkunjung ke Rutan.
Amatan Kabar Bireuen, kondisi Rutan, kamar tahanan, musalla dan ruang tamu Cabang Rutan Bireuen selama dipimpin Sofyan,SH sudah ditata bersih dengan rapi.
Menurut Sofyan, SH, wajah Rutan Bireuen harus ditata bersih dan rapi jangan sampai terlihat angker.
“Rutan bukan penjara, akan tetapi sebagai rumah binaan bagi para penghuni agar menjadi manusia yang taat kepada Allah, berguna bagi keluarganya dan masyarakat nanti,” ujarnya. (H.AR Djuli).









