KABAR BIREUEN-Kontingen Kecamatan Gandapura keluar sebagai juara umum dengan menjuarai sejumlah kategori dari tujuh mata lomba yang diikuti sebanyak 43 Qori dan Qoriah serta 7 orang official pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 34 Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2019.
MTQ itu berlangsung di empat lokasi, yaitu pentas utama halaman Masjid Agung Sultan Jeumpa, Meunasah Kulah Batee Bandar Bireuen, SMAN 1 Bireuen dan SMAN 1 Bireuen, mulai 26 April hingga 1 Mei 2019.
MTQ ke 34 ini secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH, M.Si, di halaman Masjid Agung Sultan Jeumpa, Kamis, (1/5/2019) malam.
Muzakkar A. Gani, dalam sambutannya menyampaikan, pelaksanaan musabaqah ini tidak hanya dilihat secara teknis pelaksanaannya saja. namun juga proses penanaman nilai-nilai didalamnya yang merupakan pedoman hidup demi tercapainya kebahagiaan di dunia dan diakhirat
Penyelenggaraan MTQ salah satu bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran. Kecintaan tersebut seperti membaca, menghafal dan memahami serta mengaplikasikanya dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga akan melahirkan generasi-generasi yang Qur’ani
Muzakar A. Gani berharap, pelaksanaan musabaqah ini hendaknya bisa menjadi barometer bagi kafilah di tiap kecamatan untuk mengukur sejauh mana hasil pembinaan yang telah dilaksanakan.
Kepada peserta yang telah meraih prestasi pada MTQ ini hendaknya menjadi pemicu agar lebih berprestasi kedepan untuk mewakili Kabupaten Bireuen pada MTQ di tingkat provinsi dan nasional.
“Bagi yang belum berhasil menjadi juara jangan kehilangan semangat untuk meraih prestasi, ingatlah, jangan pernah putus asa dalam berusaha, terus belajar dan menambah wawasan keilmuan tentang Al-Qur’an, sehingga pada kesempatan lain akan lebih baik,” pesannya.
Penutupan MTQ ini dihadiri Wakil Ketua DPRK Bireuen, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas, Badan, Kantor, Kabag.
Kemudian, para Camat di lingkungan Pemkab Bireuen, kepala instansi vertikal, alim ulama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (Herman Suesilo).









