KABAR BIREUEN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXV Kabupaten Bireuen tahun 2021 secara resmi berakhir dan ditutup bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si di komplek Masjid Agung Sultan Jeumpa, Senin (2/8/2021) sore.
MTQ yang diikuti 589 peserta dari 17 kecamatan dengan berbagai cabang ini berhasil menempatkan kecamatan Gandapura sebagai juara umum yang ketiga kalinya dengan jumlah nilai 73 .
Sementara prestasi menggembirakan diraih kafilah Kecamatan Makmur pada MTQ tahun ini , berbeda dengan MTQ beberapa tahun sebelumnya yang jarang menempatkan peserta di partai final apalagi meraih juara pertama.
Mengandalkan 24 peserta dan mengikuti lima cabang yakni Tilawah golongan tartil putra putri, Tilawah kanak-kanak putra, remaja putra putri, dewasa putra.
Kemudian cabang hifzil Qur’an 1 juz , 5 juz dan 10 juz putri serta 30 juz putra. Berikutnya cabang Syarhil Qur’an dan Fahmil Qur’an putra putri dan yang terakhir cabang Karya Tulis Ilmiah Alqur’an (KTIQ) putra putri.
Dari lima cabang yang diikuti, sebanyak dua peserta berhasil masuk final yaitu, hifzil Qur’an 5 juz Ida Mulyani dan berhasil meraih juara pertama kemudian KTIQ Raihan Putri berada di peringkat ke tiga sedangkan Nanda Putri Mahira yang mengikuti hifzil Qur’an 10 juz ditetapkan sebagai harapan dua.
Anggota DPRK Bireuen, Ir.M.Yusuf Adam terkait pencapaian ini kepada Kabar Bireuen mengatakan, kami sangat mengapresiasi terhadap hasil yang diperoleh Kecamatan Makmur pada MTQ kali ini dan kedepan dengan pembinaan yang teratur segala potensi yang ada bisa membawa makmur lebih diperhitungkan.
“Potensi di Makmur sangat banyak, buktinya hari ini mereka bisa menunjukkan jati dirinya sebagai juara,” sebut M.Yusuf, pengusaha kuliner Sagobi ini.
Kafilah yang mengusung tema “Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi” tidak pernah mengandalkan peserta jemputan, mereka hanya mengoptimalkan sumber daya sendiri untuk bersaing di tangkat kabupaten.
Camat Makmur, Azmi S.Ag yang dimintai komentarnya menyebutkan, dari dulu sampaikan sekarang kafilah kecamatan Makmur selalu mengandalkan talenta pribumi.
“Kami selalu komitmen untuk menampilkan produk lokal untuk berkiprah diajang MTQ,” kata Azmi.
Kedepan harapan Azmi agar masyarakat lebih fokus dalam pembinaan peserta di berbagai cabang mulai dari tingkat desa sehingga peserta lebih siap dan maksimal dalam menghadapi MTQ dua tahun mendatang.(Faisal Ali /*)









