Sabtu, 25 April 2026

Jemaah Haji Asal Aceh Terima Dana Wakaf 1.500 Riyal Per Orang dari Baitul Asyi

KABAR BIREUEN, Arab Saudi – Sejak 18 tahun lalu, jemaah haji asal Aceh selalu mendapatkan dana wakaf dari Baitul Asyi. Ini merupakan lembaga pengelola dana wakaf Habib Bugak Asyi, seorang warga Arab yang pernah tinggal di Aceh pada abad 18. Tahun ini sebanyak 4.780 orang menerima dana wakaf, masing-masing menerima 1.500 riyal atau sekitar Rp 6,5 juta.

Sebanyak 4.780 orang itu terdiri jemaah haji asal Aceh dan tenaga musiman (temus) asal Aceh. Pembagian dana dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama Minggu (2/6/2024) dibagikan untuk jemaah kloter 2 usai salat Asar di Baitul Asyi Misfalah. Masing-masing jemaah mendapatkan 1.500 riyal atau Rp 6,5 juta dan satu mushaf Al-Qur’an.

Syekh Abdul Latif Baltou selaku Nadzirwakaf Habib Bugak Asyi mengatakan pembagian dana wakaf ini sudah dilakukan 18 tahun yang lalu. “Tahun ini ke-18, total penyaluran dana wakaf mencapai 87 juta riyal,” ujarnya.

Menurutnya, dana wakaf ini merupakan kompensasi yang seharusnya diterima jemaah haji asal Aceh. Seharusnya, mereka menginap gratis di beberapa hotel yang dimiliki Baitul Asyi. Namun karena hotel tidak menjadi bagian dari hotel jemaah haji Indonesia yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga penginapan gratis dikompensasi dengan uang.

BACA JUGA: Selain yang Sakit, Seluruh Jemaah Gelombang Pertama Sudah di Makkah

“Habib Bugak sangat cinta kepada kita semua. Maka dari itu berdoalah (untuk beliau),” pesan Syekh Abdul.

Ia menyampaikan semua doa yang dipanjatkan di Kota Makkah akan Allah kabulkan.

“Posisi kita sekarang sebagai tamu Allah. Yang menurut kita mustahil, bagi Allah tidak mustahil,” lanjutnya.

Dia juga berpesan kepada para jemaah haji asal Aceh untuk selalu menjaga waktu. Manfaatkan waktu selama di Tanah Suci ini untuk beribadah dan berbuat kebaikan.

“Kalaulah di negeri kita di Aceh kita banyak makan, banyak bicara. Tetapi ketika kita berada di Kota Makkah sedikitkanlah hal itu. Perbanyaklah ketaatan kepada Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Pemerintah Aceh, Yusrizal Zainal mengatakan pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan ini. Dia berharap wakaf ini bisa menjadi contoh bagi warga Aceh lain untuk terus berbuat kebaikan.

“Memotivasi kita sekalian untuk tetap berwakaf sekecil apapun dalam bentuk apapun,” ujar Yusrizal di lokasi pembagian wakaf.

BACA JUGA: Tergabung Dalam Dua Kloter, JCH Bireuen Diberangkatkan ke Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh

Untuk penyaluran dana wakaf ini, kata dia, warga Aceh yang pergi haji tahun ini didata oleh pemerintah. Data tersebut lalu dikirimkan ke nadzir atau pengelola wakaf. Setelah itu data tersebut akan diproses untuk pemberian wakaf yang dilakukan setiap setahun sekali setiap musim haji.

“Lalu penerima wakaf akan diberikan kartu sebelum berangkat ke Makkah. Kartu tersebut harus dibawa untuk ditukarkan saat menerima wakaf,” jelasnya.

Salah satu jemaah, Fahrizal (56), kloter 2 dari Bireuen, yang pergi bersama istrinya, mengaku senang dan terharu mendapatkan dana wakaf ini. Ia akan menyalurkan sebagian dana wakaf ini untuk pembangunan masjid di daerahnya. “Biar lebih berkah lagi,” ujarnya.

Hal yang sama akan dilakukan M Juli Fauza (26), jemaah haji asal Aceh lainnya. “Kami akan wakafkan kembali sebagian dananya,” ujar Juli yang pergi bersama ibu dan kakak perempuannya ini.

Sejarah Wakaf Baitul Asyi

Dikutip dari website Kemenag, wakaf itu berawal dari ikrar yang dilakukan oleh Habib Bugak Al Asyi dua abad lalu. Kala itu pada tahun 1800-an, Habib Bugak yang berasal dari Arab Saudi pergi ke Aceh.

Saat berada di Aceh, Habib Bugak memiliki gagasan untuk mengumpulkan uang untuk membeli tanah di Makkah yang kemudian diwakafkan kepada jemaah haji asal Aceh. Dana tersebut berasal dari uang Habib Bugak dan juga urunan dari masyarakat Aceh kala itu.

Pada masa lalu perjalanan haji dilakukan menggunakan kapal laut, yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan sampai tahunan. Tak sedikit pula jemaah haji yang kemudian menetap di Arab Saudi.

Saat itu bahkan belum ada Kerajaan Arab Saudi seperti sekarang ini. Indonesia juga belum terbentuk. Makkah masih dikuasai Turki Ustmani.

Ketika Habib Bugak berangkat ke Tanah Suci, dia sudah membawa bekal dana untuk wakaf. Dan begitu sampai, niatan wakaf itu direalisasikannya. Dia membeli tanah yang lokasinya kala itu persis di samping Masjidil Haram.

Di atas tanah itu didirikan penginapan untuk menampung jemaah asal Aceh. Jemaah tak lagi bingung mencari tempat tinggal selama berada di Makkah.

BACA JUGA: Rahasia Calon Haji Ini Tetap Bugar Tanpa Tongkat di Usia 100 Tahun

Ketika Turki pergi, pemerintahan berganti. Pemerintah kala itu kemudian melakukan penataan dan perapian administrasi. Setiap tanah termasuk tanah wakaf harus ada penanggungjawabnya. Harus ada satu nama yang bertanggung jawab.

Para tokoh yang ikut menyumbang dana untuk tanah wakaf itu kemudian bersepakat agar Habib Bugak menjadi penanggung jawab dari tanah itu. Habib Bugak sempat menolak karena takut di kemudian hari dana wakaf diambil keluarganya. Sebab dia ingin dana wakaf ini murni digunakan untuk kepentingan jemaah Aceh.

Akhirnya di depan mahkamah pencatatan wakaf, dimasukkanlah syarat mengenai penggunaan tanah wakaf itu maupun hasil uang dari pengelolaannya. Habib Bugak–yang akhirnya setuju namanya dipakai sebagai penanggung jawab–dalam ikrarnya menyatakan bahwa wakaf itu hanya diperuntukkan kepada jemaah asal Aceh.

Syarat wakaf itu mengingat hanya untuk jemaah haji asal Aceh. Baik mereka yang sudah menjadi warga negara di Saudi maupun yang statusnya mukimin.

Lalu saat Masjidil Haram direnovasi, tanah wakaf ini termasuk digunakan untuk perluasan lintasan thawaf. Oleh nadzir (pengelola) wakaf, uang ganti rugi digunakan untuk membeli dua bidang tanah di kawasan yang berjarak 500-an meter dari Masjidil Haram. Tanah itu dibangun hotel oleh pengusaha dengan sistem bagi hasil. Dari situlah, ‘bonus’ untuk jemaah Aceh mengalir tiap musim haji. (detik.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

85 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Pulo Siron Telah Dipulihkan, Padi Gogo Ditanam Perdana

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang – Harapan baru bagi petani korban bencana di Kabupaten Bireuen mulai tumbuh dari Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang. Setelah...

Kasus Meninggalnya Dua Pelajar di Bireuen Terungkap, HRD Apresiasi Gerak Cepat Polisi dan Bongkar...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Misteri meninggalnya dua pelajar di Kecamatan Simpang Mamplam akhirnya terkuak. Kasus yang semula diduga kecelakaan lalu lintas itu ternyata perbuatan...

Polres Bireuen Ungkap Kasus Meninggalnya Dua Remaja Asal Simpang Mamplam, Dua Pelaku Jadi Tersangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Satreskrim Polres Bireuen menetapkan dua remaja berinisial MN (18), warga Jangka, MY (17), warga Peusangan yang diduga sebagai pelaku utama peristiwa tragis...

Hamdan Sati Merapat ke PKB, Sinyal Kuat Perubahan Politik di Aceh Tamiang

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang periode 2012–2017, Hamdan Sati, resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bergabungnya tokoh senior ini menjadi...

14 Bulan Pimpin Bireuen, Ini Capaian Kinerja Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ir H Mukhlis ST - Ir Razuardi Ibrahim MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030 oleh Gubernur...

KABAR POPULER

Polres Bireuen Ungkap Kasus Meninggalnya Dua Remaja Asal Simpang Mamplam, Dua Pelaku Jadi Tersangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Satreskrim Polres Bireuen menetapkan dua remaja berinisial MN (18), warga Jangka, MY (17), warga Peusangan yang diduga sebagai pelaku utama peristiwa tragis...

Hamdan Sati Merapat ke PKB, Sinyal Kuat Perubahan Politik di Aceh Tamiang

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang periode 2012–2017, Hamdan Sati, resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bergabungnya tokoh senior ini menjadi...

Kasus Meninggalnya Dua Pelajar di Bireuen Terungkap, HRD Apresiasi Gerak Cepat Polisi dan Bongkar...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Misteri meninggalnya dua pelajar di Kecamatan Simpang Mamplam akhirnya terkuak. Kasus yang semula diduga kecelakaan lalu lintas itu ternyata perbuatan...

14 Bulan Pimpin Bireuen, Ini Capaian Kinerja Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ir H Mukhlis ST - Ir Razuardi Ibrahim MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030 oleh Gubernur...

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...