KABAR BIREUEN– Angin puting beliung yang melanda kawasan Tanoh Anoe, Kecamatan Jangka, Bireuen, Rabu sore (6/12/2017) lalu menyebabkan lebih dari 40 jambo sira (dapur pengolahan garam) warga rusak dan rata dengan tanah.
Kawasan Tanaoh anoe memang dikenal sebagai sentra poduksi garam di Bireuen, dimana hampir sebagain besar warganya mengantungkan hidup dari pekerjaan mengolah garam tersebut.
Tentu saja, bencana yang terjadi tersebut telah mengakibatkan roda perekonomian masyarakat setempat terganggu, karenanya pemerintahan harus mencari solusinya.
Demikian disampaikan tokoh pemuda Gampong Tanoh Anoeh, Mirza M. Amin kepada Kabar Bireuen, Jumat (8/12/2017).
Dikatakan Mirza, hal yang paling subtantif yang harus diperhatikan oleh pemerintah saat ini adalah bagaimana mengatasi macetnya roda perekonomian mayarakat setempat yang berprofesi sebagai petani garam, akibat hancurnya tempat usaha mereka karena diterjang angin puting beliung dua hari lalu.
“Ada puluhan pondok pengolahan garam yang roboh han hancur, selain rumah dan ruko bangunan. Ini yang harus segera dicari solusi oleh para pemangku kebijakan, baik yang ada di kabupaten maupun tingkat provinsi,” harapnya.
Mengingat, katanya, denyut nadi ekonomi sebagian masyarakat daerah pesisir tersebut untuk menafkahi kebutuhan keluarganya sehari-hari adalah dari membuat dan mengolah garam.
“Semoga harapan masyarakat petani garam yang ada di Tanoh Anoe segara terkabulkan,” pungkasnya.
Data yang diperoleh kabar Bireuen, akibat terjangan puting beliung di Tanaho Anoe, 48 dapur garam warga setempat rusak dan roboh.
Meski bantuan masa panik dan bantuan kebutuhan sehari-hari lainnya telah diserahkan oelh berbagai pihak.
Namun, tentu saja, pasca bencana alama tersebut warga membutuhkan bantuan untuk pembangunan kembali jambo sira yang rusak tersebut serta bantuan modal usaha. (Ihkwati)











