KABAR BIREUEN- Acara Haul Majelis Taklim Sirul Mubtadin ke-4 dan deklarasi Barisan Muda Umat (BMU) dan Wanita Peduli Umat (WPU) yang dihadiri Ustad Abdul Somad (UAS), Kamis (7/3/2019) di Stadion Cot Gapu Bireuen berlangsung sukses.
Deklarasi BMU dan WPU Pusat yang dipimpin Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop itu dihadiri puluhan ribu jamaah.
Pada kesempatan itu, Tu Sop menyampaikan, BMU dan WPU bergerak di bidang sosial , kegiatan yang dilakukan adalah mengais kembali sesuatu yang telah hilang.
Satu hal yang sangat populer di masa Rasulullah dan sahabat yaitu rasa kasih sayang diantara sesama.
“Tidaklah sempurna iman yang kita miliki jika belum mencintai sesama. Itulah inti dan tugas BMU selama ini, mewujudkan belasan rumah kepada masyarakat yang sangat miskin, tak layak huni, terlupakan atau tertinggal dalam sebuah cacatan,” ungkapnya.
Karena itu, dia mengajak semua orang untuk menyisihkan sekecil apapun yang kita miliki walau Rp10 ribu, bisa menyumbang melalui BMU, melalui rekening- rekening BMU.
Tusop menyampaikan, Sirul Mubtadin telah membeli enam ambulans untuk membantu sesama, warga yang sakit, yang merupakan sumbangan dari jamaah, bukan dari donatur orang kaya atau konglomerat. Tapi dari jamaah, orang biasa.
“Bayangkan kalau umat islam bangkit kembali. Pergerakan dakwah sosial ini melanjutkan dakwah Rasulullah. Yang datang kesini yang menghidupkan sunnah Rasulullah, yaitu infaq dan sadakah. komit hidupkan sunnahku,” pungkasnya.
Lalu sambutan dari Ketua Sirul Mubtadin Pusat, Tgk Razali Manyak (Abi Razali) menyebutkan, pada awal berdiri Sirul Mubtadin, tahun pertama anggotanya Sirul Mubtadin 400 orang, selama 10 tahun, hingga saat ini jumlah anggota yang sudah punya kartu 190 ribu orang.
Disebutkannya, anggota Sirul Mubtadin tersebar di 16 kabupaten /kota di Aceh, di Sumatera Utara ada 2 kabupaten, lalu di Jambi juga ada, Kepulauan Riau hampir satu provinsi, di Jakarta pusat. DI luar negeri ada anggota Sirul Mubtadin di Malaysia dan Norwegia. Sudah mendunia.
“Sirul Mubtadin tidak terikat dengan partai politik manapun, jangan menjadi retak di Sirul Mutbtadin karena Pileg dan Pilpres, jaga persatuan,” harapnya.
Tujuan Sirul Mubtadin, sebutnya lagi, hakikatnya ada dua tujuan, yang pertama, sebagai penjaga Ahlul Sunnah Waljamaah, membendung mayarakat jangan sampai terpengaruh aliran sesat. Sama dengan program pemerintah menegakkan syariat Islam di Tanah Rencong.
“Tujuan kedua, mencegah sesat yang tidak ada aliran, itu maksudnya, sesat sidro hana roh gop. Sesat dia seorang diri tanpa pengikut, hanya dia yang sesat, tak mau ngaji,” katanya.
Hadir pada acara tersebut, Kapolres Bireuen AKPB Gugun Hardi Gunawan SIK, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Amrul Huda,SE, MM, M.Sc, Camat Kota Juang, Jalaluddin, Tgk Sofyan Mahdi (Waled Arongan) serta tamu undangan lainnya. (Ihkwati)









