KABAR BIREUEN-Camat Jeumpa diwakili Sekcam, Chairullah Abed yang akrab disapa Chaidir Abed, beserta Kepala Puskemas Jeumpa dan Tenaga Pendamping Desa mengkampanyekan Konvergensi Pencegahan stunting di Meunasah Gampong Seuneubok Lhong, Senin (11/11/2019).

Dia menyebutkan, kegiatan tersebut yang ditujukan kepada pengambil kebijakan di gampong, Pelaksana Gampong serta sasaran primer, yaitu ibu-ibu hamil. Ibu menyusui dan yang memiliki keluarga pada 1000 hari pertama kelahiran (HPK).

”Kita menyampaikan pesan kepada semuanya, bahwa cegah stunting itu penting,” katanya.

Sebelumnya, Keuchik Gampong Seuneubok Lhong, Sudirman Ismail, S.Kom berharap kepada warganya untuk menjaga kesehatan dengan baik, karena masalah kesehatan merupakan masalah utama, yang berharap warganya untuk mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan pihak kesehatan.

Termasuk apa yang namanya stunting juga menyinggung jika pola hidup yang selama ini sudah mengabaikan masalah kebersihan, yang diharapkan pola hidup perlu dirubah secara evokusi untuk kepentingan generasi yag akan datang.

“Sebenarnya kita sudah mengabaikan sunnah rasul menyangkut pola hidup sehat,” katanya.

Pemateri dari Tenaga Pendamping Desa (Pendamping Desa Pemberdayaan P3MD Kecamatan Jeumpa) Rahmad Hidayat, S.Kom menyapaikan Peran Pemerintah Gampong pada kegiatan Pencegahan Stunting yang antara lain, dalam program tersebut bisa dimasukkan dalam APBG tahun 2020.

“Dimasukan yang antara lain penyediaan air bersih, baik dalam bentuk pompanisasi atau PDAM, Mandi Cuci Kakus (MCK), Pengadaan Makanan Tambahan (PMT), alokasi dana untuk penyegaran peningkatan kapasitas kader Posyandu, dan Tikar Pertumbuhan atau alat pendeteksi stunting,”sebutnya.

Begitu juga ambulance, dan Mandi Cuci Kakus (MCK). Tapi, pengadaaannya harus dahulu harus melalui musyawarah desa.

Sedangkan Kepala Puskesmas Jeumpa, Nana Dhiana, SKM menjelaskan apa yang dimaksud dengan istilah Stunting, yang sebenarnya gagal tumbuh kembang, diakibatkan kurangnya gizi kronis, baik dari ibu dan anak saat dalam kandungan.

Ditambahkan, dalam upaya mencegah stunting, si anak harus diberi asi eksklusif selama enam bulan, yang seterusnya diberikan makanan pelengkap. Stanting juga berpengaruh juga pada perkembangan otak si anak.

“Salah satu dampak stunting dapat dilihat dari tinggi dan berat badan anak, jauh di bawah rata-rata anak seusianya,” ujar Nana Dhiana.

Dalam kesempatan Sosialiasai penecegahan stunting di desa Seuneubok Lhong, Kepala Puskesmas Jeumpa, Nana Dhiana, SKM yang didampingi Bides Seuneubok Lhong, Salyani, Amd.Keb serta Kader Posyandu yang tampak begitu bersemangat.berkesempatan pula memberikan hadiah doorprize kepada yang mampu menjawab pertanyaaan yang diajukannya.

Selain itu, Nana Dhiana, SKM berkenan pula menyerahkan paket sehat kepada Ibu Hamil, Ibu Meunyusui serta ibu yang membawa balitanya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kapospol Jeumpa, Ipda Mukhtar, Sekdes Seuneubok Lhong, M Nazar serta perangkat maupun kaum ibu-ibu gampong setempat. (REL).

BAGIKAN