KABAR BIREUEN-Forum DAS Kreueng Peusangan (FDKP) akan melaksanakan Festival Krueng Peusangan pada Desember 2019 mendatang. FDKP mengharapkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

“Kami mengharapkan dukungan dari Kementerian LHK untuk mendukung Festival Krueng Peusangan yang akan digelar pada Desember 2019 mendatang,” kata Ketua Umum FDKP, Suhaimi Hamid, S.Sos., M.Sp dalam rilisnya, Rabu (27/11/2019).

Suhaimi juga mengharapakan dukungan dan partisipasi para anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Aceh.

Suhaimi menyebutkan, Festival Krueng Peusangan digelar dalam rangka mengkampanyekan pengelolaan dan perlindungan DAS Peusangan secara terpadu dari hulu ke hilir.

Dikatakannya, DAS Peusangan merupakan salah satu DAS Perioritas Nasional di Aceh.

“Pemerintah, private sector dan masyarakat harus terlibat aktif melindungi daerah tangkapan air di DAS Peusangan, bila kita tidak peduli dengan persoalan di hulu DAS Peusangan, maka ancamanya adalah krisis air yang dapat menggangu keberlansungan hidup 1 juta manusia,” sebut Suhaimi.

Menurut Suhaimi, skema Imbal Jasa Lingkungan atau Payment for Environmental Servies (PES) merupakan salah satu skema yang dapat dilakukan dalam rangka melindungi catchment area di DAS Peusangan.

Suhaimi berharap, sejumlah private sector yang bergantung pada sumber air di DAS Peusangan perlu berkontribusi dalam rangka melindungi sumber air DAS Peusangan.

“Para pihak juga harus melindungi keanekaragaman hayati yang ada di lansekap Peusangan, untuk itu pemerintah Aceh agar dapat mengintegrasikan dokumen master plan koridor satwa yang telah disusun oleh Bappeda Aceh kedalam dokumen perencanaan dan penganggaran,” pinta Suhaimi.

Suhaimi juga menjelaskan, pada festival Krueng Peusangan, pihaknya akan menyelenggarakan sejumlah agenda utama, yaitu Arum Jeram yang direncanakan pada 5 Desember 2019 di Aceh Tengah, Camping dan Tracking di Bener Meriah pada 7-8 Desember 2019 dan Penutupan Festival pada 17 Desember 2019 yang dipusatkan di Bireuen.

“Penutupan Festival Krueng Peusangan juga diwarnai dengan serangkaian agenda, diantaranya seremonial penandatangan MoU Imbal Jasa Lingkungan, Master Plan Koridor Satwa, testimoni Imbal Jasa Lingkungan dari para private sector, seni budaya, pameran hijau dan sejumlah pertunjukan lainnya,” jelas Suhiami. (Ihkwati)

BAGIKAN