KABAR BIREUEN – Hampir 50 meter lebih bantaran sungai krueng Tingkeum, kecamatan Kutablang, kabupaten Bireuen , tepatnya di depan Meunasah Desa Kulu amblas , akibatnya badan jalan aspal goreng di lokasi tersebut rawan untuk dilalui warga.
Azmi, salah seorang warga Desa Blang Panjoe yang ditemui media, Rabu (9/5/2018) menjelaskan, ambrolnya bantaran sungai itu sudah terjadi awal Januari 2018, namun sampai saat ini belum ada penanganan dari pemerintah ,
“Kalau tidak ditangani cepat, dikhawatirkan dalam waktu dekat badan jalan ikut menyusul ke sungai,” jelas Azmi.
Menurutnya, saat ini saja badan jalan mulai longsor, sehingga warga yang menggunakan sepeda motor takut melaluinya apalagi mobil.
“Mobil pengangkut kelapa tidak melewati jalan itu, mereka masuk melalui simpang desa Meuse,” tambah Azmi.
Pantauan Kabar Bireuen, di area tersebut hanya ditandai dengan sebuah drum minyak serta tali plastik warna kuning balutan ban sepeda motor.
Kondisi ini sangat rawan, jika pengguna jalan agak ke pinggir mereka akan jatuh ke sungai, apalagi malam hari.
Sebelum jatuh korban, warga berharap pemerintah daerah segera mengantisipasi hal tersebut, sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. (Faisal Ali)









