KABAR BIREUEN – Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A.Gani, SH., M.Si yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Ir. Ibrahim Ahmad, M.Si, meresmikan Dayah Putra Darratul Hidaayah, Dusun Tgk Cot Bada, Gampong Geulanggang Kulam, Kecamatan Kota Juang, Senin (31/1/2022).
Peresmian tersebut ditandai dengan acara pembukaan selubung papan nama dayah dan pengguntingan pita oleh Sekda Ibrahim Ahmad.
Dalam kesempatan itu, Ibrahim Ahmad membacakan arahan tertulis Bupati Muzakkar A. Gani. Antara lain disampaikan, pendidikan dayah merupakan satu lembaga pendidikan yang insyaallah mampu menjamin keselamatan moral generasi Islam. Karenanya, lindungi dayah agar terus berjaya di tengah-tengah perkembangan dunia modern yang semakin menantang.
“Tidak bisa kita bayangkan jika tidak ada pesantren atau dayah yang mendidik anak-anak kita tentang ilmu agama. Untuk itu, sumbangsih dan peran para ulama dalam mendidik generasi, tidak sanggup kita balas kebaikannya. Oleh karena itu, pemerintah terus mendukung perkembangan pesantren atau dayah ke arah yang lebih baik,” sebutnya.
Maka dengan diresmikannya Dayah Putra Durratul Hidaayah ini, menurut Bupati Muzakkar, diharapkan akan lahir generasi-generasi teungku dan ulama yang memiliki karakter yang kuat, berakhlak, berilmu pengetahuan, peduli sesama, memiliki jiwa nasionalisme, serta dapat menambah ilmu agama untuk masyarakat gampong ini dan di sekitarnya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung serta ucapan selamat atas diresmikannya Dayah Putra Durratul Hidaayah. Semoga benar-benar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para santri, untuk meningkatkan ilmu pengetahuan maupun keimanan yang kokoh kepada Allah SWT,” ucap Bupati Muzakkar sebagaimana disampaikan Sekda Ibrahim.

Sementara Pimpinan Dayah Darratul Hidaayah, Tgk H. Zulkifli Muhammad (Abi Don), melaporkan, selain Dayah Putra Darratul Hidaayah yang diresmikan hari ini, sebelumnya telah memiliki Dayah Putri Darratul Hidaayah yang didirikan pada 2008 lalu.
“Pembangunan Dayah Putra Darratul Hidaayah ini merupakan bantuan dari Pemerintahan Aceh. Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih,” ujar Abi Don.
Kemudian, katanya, ada juga pembangunan lain hasil swadaya masyarakat, termasuk membeli tanah seluas 3.500 meter bujur sangkar yang diwakafkan untuk Dayah Darratul Hidaayah. Dalam jangka yang singkat ini, akan diperluas sebagai lokasi masjid.
Menurut Abi Don, pendidikan yang dilaksanakan di Dayah Putra Darratul Hidaayah tetap program dayah salafi. Program unggulannya, bahasa Arab dan tahfiz Al-Qur’an yang diutamakan.
Mudah-mudahan dengan ada dua program tersebut, sebut Abi Don, para santri mampu tampil di pentas-pentas tingkat nasional maupun internasional, dengan bermodal tahfiz Al-Qur”an dan bahasa Arab.
“Di sini akan diterapkan program bahasa Arab. Jadi, tidak dibenarkan dalam komplek dayah ini berbahasa lain, selain bahasa Arab. Sebab, kami mengadopsi beberapa sistem yang sudah berhasil. Semoga di sini juga nanti akan berhasil,” harap Abi Don. (Herman Suesilo)










