Minggu, 26 April 2026

Ceramah Subuh di Masjid Agung Bireuen, Tgk Salem Lancok: Nikmat Iman dengan Menundukkan Hawa Nafsu

KABAR BIREUEN – Jamaah shalat Tarawih dan shalat subuh berjamaah kaum muslimin dan muslimat di Masjid Agung Sultan Jeumpa masih tetap padat.

Di samping melaksanakan shalat berjamah lima waktu, shalat Tarawih secara rutin digelar ceramah subuh disampaikan para penceramah secara bergiliran.

Tgk Salem Lancok dalam menyampaikan ceramah subuh tentang nikmat iman dihadapan jamaah Masjid Agung Sultan Jeumpa Jum’at (10/5/2019),

Dikemukakan, nikmat yang paling besar diberikan Allah kepada manusia sebagai hamba-NYA yang muslim adalah nikmat iman yang melebihi kenikmatan lainnya dalam bentuk apapun.

Dengan iman dan hidayah seseorang memiliki tuntunan dan tujuan hidup yang jelas baik ketika di dunia maupun di akhirat kelak. Umat muslim tahu bahwa iman merupakan sesuatu yang penting dan berharga wajib memberikan perhatian dan perawatan lebih kepada iman, selalu menjaga hal-hal yang mengurangi iman.

Dikatakan merawat iman sangat pnting agar tidak hilang dalam dirinya. Seseorang akan menjadikan masalah iman  sebagai prioritas utama dalam hidupnya.

Kebanyakan dari umat Islam saat ini mengalami masalah untuk bisa merasakan nikmatnya keimanan, lezatnya ketaatan, khusyuknya beribadah dan manisnya amal kebajikan karena masih  menganggap iman itu bukan suatu nikmat terbesar.

Diantara umat  Islam saat ini ketika melihat nikmat itu adalah kemudahan rezeki berupa harta kekayaan, jabatan kekuasaan yang dimiliki dan kesehatan yang baik serta kemudahan hidup lainnya.

Tetapi tidak menganggap iman itu sebagai nikmat terbesar sehingga tidak berupaya menjaganya bahkan meningkatkannya dalam bentuk ketaatan pada Allah.

Untuk bisa merasakan nikmat keimanan dan keislaman, harus benar-benar bisa merasuk ke hati, menyatu dengan jiwa, dan mewujudkan dalam rasa cinta dan ridha kepada Allah agar bisa merasakan nikmatnya amal saleh dan khusyuknya ibadah. Syarat mutlaknya adalah, hawa nafsu harus mampu ditundukkan dan dikendalikan.

Karena selama masih ada hawa nafsu tertentu yang secara permanen atau  hampir permanen selalu diperturutkan dan tidak dikendalikan.

Ketaatan itu memang masih disikapi sebagai beban berat yang harus ditanggung dan dilepaskan, belum dirasakan sebagai kebutuhan hidup yang dirindukan rasa nikmatnya iman, ujarnya. .

Dikemukakan, nikmat iman itu tidak berbanding lurus dengan rezeki yang didapatkan. Rezeki tidak akan memengaruhi iman, apakah kurang atau banyak bagi orang yang sudah merasakan nikmatnya iman.

“Jangan karena harta dan kekuasaan menghalangi ketaatan dan ibadah kita kepada Allah. Ketika masih hidup susah kita berupaya taat pada Allah .

Tapi ketika Allah merubah sedikit hidup kita dengan kekayaan atau jabatan, menjadi berkuang pula ketaatan pada-Nya,”

“Orang beriman itu menikmati keimanannya dengan selalu menjaga ketaatan pada Allah dalam kondisi apapun, ujar Tgk Salem. (H.AR Djuli).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

85 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Pulo Siron Telah Dipulihkan, Padi Gogo Ditanam Perdana

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang – Harapan baru bagi petani korban bencana di Kabupaten Bireuen mulai tumbuh dari Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang. Setelah...

Kasus Meninggalnya Dua Pelajar di Bireuen Terungkap, HRD Apresiasi Gerak Cepat Polisi dan Bongkar...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Misteri meninggalnya dua pelajar di Kecamatan Simpang Mamplam akhirnya terkuak. Kasus yang semula diduga kecelakaan lalu lintas itu ternyata perbuatan...

Polres Bireuen Ungkap Kasus Meninggalnya Dua Remaja Asal Simpang Mamplam, Dua Pelaku Jadi Tersangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Satreskrim Polres Bireuen menetapkan dua remaja berinisial MN (18), warga Jangka, MY (17), warga Peusangan yang diduga sebagai pelaku utama peristiwa tragis...

Hamdan Sati Merapat ke PKB, Sinyal Kuat Perubahan Politik di Aceh Tamiang

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang periode 2012–2017, Hamdan Sati, resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bergabungnya tokoh senior ini menjadi...

14 Bulan Pimpin Bireuen, Ini Capaian Kinerja Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ir H Mukhlis ST - Ir Razuardi Ibrahim MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030 oleh Gubernur...

KABAR POPULER

Polres Bireuen Ungkap Kasus Meninggalnya Dua Remaja Asal Simpang Mamplam, Dua Pelaku Jadi Tersangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Satreskrim Polres Bireuen menetapkan dua remaja berinisial MN (18), warga Jangka, MY (17), warga Peusangan yang diduga sebagai pelaku utama peristiwa tragis...

Hamdan Sati Merapat ke PKB, Sinyal Kuat Perubahan Politik di Aceh Tamiang

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tamiang — Bupati Aceh Tamiang periode 2012–2017, Hamdan Sati, resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bergabungnya tokoh senior ini menjadi...

Kasus Meninggalnya Dua Pelajar di Bireuen Terungkap, HRD Apresiasi Gerak Cepat Polisi dan Bongkar...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Misteri meninggalnya dua pelajar di Kecamatan Simpang Mamplam akhirnya terkuak. Kasus yang semula diduga kecelakaan lalu lintas itu ternyata perbuatan...

14 Bulan Pimpin Bireuen, Ini Capaian Kinerja Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ir H Mukhlis ST - Ir Razuardi Ibrahim MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030 oleh Gubernur...

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...