KABAR BIREUEN – Usai salat isya dan tarawih/witir berjamaah diimami Tgk Ridwan Abdullah di Masjid Jamik Sulu Bayung, Bupati H Saifannur yang disaksikan ribuan jamaah, menyerahkan bungong jaroe seperangkat sajadah untuk Masjid Jamik Sulu Bayung yang diterima Imum Chiek Masjid Tgk Abdul Muthallib.
Bupati Saifannur dalam sambutan singkat, menyampaikan penghargaan yang tulus kepada masyarakat Kemukiman Cot Bada yang telah menerima kunjungan tim Safari Ramadhan Pemkab Bireuen yang dipimpinnya.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang sama disampaikkan kepada para kaum ibu Kemukiman Cot Bada yang sangat antusias menyediakan makanan masakan khas Aceh untuk berbuka puasa bersama dengan tim Safari Ramadhan.
“Semoga Allah akan memberikan balasan amalan yang berlipat ganda bagi warga Kemukiman Cot Bada yang telah menyajikan makanan berbuka puasa di bulan yang penuh berkah. Saya sangat terkesan terhadap kekompakan semangat gotong royong masyarakat,” katanya.
Kemukiman Cot Bada termasuk kaum ibu dalam hal kegiatan di desanya terutama dalam kegiatan keagamaan melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat bekah dan magfirah.
“Diharapkan, masyarakat Kemukiman Cot Bada, Kecamatan Peusangan akan dapat selalu mempertahankan persatuan dan kesatuan untuk memelihara ketertiban dan keamananan guna mewujudkan masyarakat yang aman dan sejahtera,” pintanya.
Sementara penceramah Ramadhan tim Pemkab Bireuen, Tgk Hamdani Nurdin, dalam tausiahnya antara lain menyampaikan, Ramadhan satu-satunya bulan yang disebut dalam Al Quran memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bulan bulan lainnya.
Di bulan Ramadhan diturunkan Al Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia dan pemisah antara yang hak dan yang bathil. (QS: 2:185). Keistimewaan lain bulan Ramadhan, Allah memerintahkan atau mewajibkan orang-orang yang beriman untuk berpuasa selama sebulan penuh.
Perintah ini mulai ditetapkan sejak tahun kedua hijrah termasuk ibadah wajib sebagai rukun Islam keempat. Bulan Ramadhan bulan yang diwajibkan oleh Allah berpuasa dan mengerjakan shalat malam dengan sungguh-sungguh karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan keluar dosa-dosanya seperti baru dilahirkan dari rahim ibunya.
Dikemukakan, shalat tarawih atau shalat qiyam tidak dijumpai pada bulan-bulan lain kecuali di bulan Ranadhan merupakan keistimewaan tersendiri.
Dan Lailatul Qadar diturunkan Allah dalam bulan Ramnadhan merupakan suatu malam yang sangat bernilai tinggi lebih baik dari seribu bulan. Sesuai firman Allah, “Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kesucian (Lailatur Qadar).
Pada malam itu Malaikat-Malaikat dan Malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Tuhan-NYA untuk mengatur segala urusan malam yang penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS . 97: 1-5).
“Lailatul Qadar merupakan suatu malam yang nilainya sangat tinggi yakni malam diturunkan ayat pertama dari Al Quranul Qarim kepada Nabi Muhammad Saw sekaligus sebagai malam pengukuhan bagi beliau mengemban risalah Allah sebagai tugas suci menyebarluaskan ajaran Islam kepada umat manusia,” jelasnya.
Dan pada malam Lailatul Qadar, seribuan Malaikat turun berdoa mengumandangkan permohonan ampun kepada Allah untuk manusia. Pada malam itu diturunkan Al Qur’an yang berisi ajaran mengenai seluruh aspek kehidupan manusia di dunia dan akhirat. (H. AR Djuli)









