KABAR BIREUEN-Event menyambut bulan Rajab merupakan salah satu event tahunan di bumi Para Wali, Tarim, Hadhramaut, provinsi terbesar di Yaman. Sejak tanggal pertama masuk bulan yang dikenal dengan bulan Allah tersebut, warga Tarim sudah sangat antusias menyambutnya dengan berbagai event.
Salah satu event yang sangat dinanti-nantikan di bulan ini adalah Selawat Akbar serta pembacaan maulid kepada Nabi Muhammad SAW yang diadakan di salah satu masjid paling tersohor di bumi Tarim, yakni masjid Al-Muhdhar.
Masjid ini merupakan masjid yang dikenal dengan masjid yang bermenara ajaib, karena menaranya yang kokoh menjulang langit itu hanya terbuat dari tanah liat dan bercampur jerami kering.
Acara ini saban tahun diadakan pada tanggal 1 Rajab, Jumat 08 Maret 2019. Acara dimulai setelah salat Subuh berjamaah di masjid, tepatnya jam 05.15 waktu setempat. Suara selawat yang menggema melalui beberapa speaker pun memecah sunyinya fajar. Suara sang Munsyid yang begitu merdu dapat membangkitkan jiwa yang terlelap.
Seperti event-event besar lainnya di Tarim, acara Rajab tersebut dihadiri para Habaib dan Masyaikh Tarim serta masyarakat kota Tarim lainnya.
Beberapa dari kalangan pembesar ulama yang hadir seperti Mufti Tarim, Habib Ali Masyhur, Syekh Ali Muhammad Al Khatib, Syekh Muhammad Ba’udhan, Al-Habib Jailani Al-Habsyi, Habib Musa Kazim As-Segaf, Habib Shaleh Al-Jufri dan masih banyak para Ulama dan Habaib lainnnya yang ikut hadir memeriahkan acara tersebut.
Tidak hanya itu, terlihat juga para pelajar yang berasal dari lintas negara pun ikut meramaikan acara tersebut.
Para jamaah yang hadir membludak. Masjid yang terbilang sangat luas itu pun tak bisa menampungnya, sehingga para jamaah pun membludak hingga di luar area masjid. Terlihat jutaan bibir serentak mengikuti alunan syair yang dibaca Munsyid serta menghayati makna yang terkandung didalamnya.
Acara Rajab tersebut berlangsung sangat khidmat hingga waktu Isyraq. Acara berakhir dengan pembacaan doa. Setelah itu, para jamaah pun melanjutkan salat Dhuha. Kemudian, para jamaah berbondong-bondong menuju arah mihrab masjid untuk berjabat tangan dengan para Ulama dan Hababib serta antar sesamanya.
Ketulusan dan keikhlasan para jamaaah sangat terlihat dalam acara tersebut. Dinginnya Subuh dan gelapnya suasana tak membuat sedikit pun semangat mereka longgar untuk hadir dalam acara tersebut.
Bagi warga Tarim, event seperti ini bukan hanya sekedar acara rutinan, namun lebih dari sebuah perkumpulan yang mengajarkan seseorang arti cinta yang hakiki, baik cinta kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, maupun cinta antar sesama.
Dengan harapan, semoga event yang berkah seperti ini, bisa menjadi tauladan bagi umat Muslim lainnya untuk terus bergerak bersama, saling merangkul dalam kebaikan demi menumbuhkan rasa persatuan. (Nanda Saryulis/ mahasiswa tingkat 2 Universitas Al Ahgaff, asal Aceh Utara, alumnus pondok Pesantren Al Kautsar)










