KABAR BIREUEN – Ribuan kaum muslimin dan muslimat kota Bireuen dan sekitarnya memadati Mesjid Agung Sultan Jeumpa, untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1422 H, Kamis (13/5/2021).

Tak terkecuali Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si bersama unsur Forkopimda, para pejabat di lingkungan Pemkab Bireuen dan alim ulama, juga ikut shalat Idul Fitri bersama masyarakat setempat di mesjid kebanggaan masyarakat Bireuen tersebut.

Bertindak sebagai khatib, Dr. Tgk. Saifullah, S.Ag., M.Pd, Rektor Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh. Dalam khutbahnya antara lain Tgk. Saifullah menyampaikan, orang durhaka kepada ibu bapak, bakhil (kikir) atau enggan bersedekah, menyia-nyiakan anak yatim dan mengadu-domba, sangat dibenci Allah SWT dan tidak masuk syurga.

“Kemudian, orang yang memutus hubungan silaturrahmi sesama, tidak mendapat ampunan dan dilaknat Allah, juga tidak masuk syurga,” tegas Abiya Doktor, panggilan akrab Tgk. Saifullah.

Lebih lanjut dikemukakannya, ada 15 pahala menyantuni anak yatim di bulan Ramadhan. Berbuat baik kepada anak yatim di sepanjang hari saja, sudah mendapat pahala yang mulia di sisi Allah SWT. Terlebih lagi itu dilakukan di bulan Ramadhan, mendapat pahala berlipat ganda.

Abiya Doktor yang juga Pimpinan Pesantren Ummulqura Indonesia, Gampong Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, ini mengutip Sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya sedekah benar-benar bisa memadamkan panasnya alam kubur bagi pelakunya. Di hari kiamat kelak seorang mukmin hanya berlindung di bawah naungan sedekahnya” (Ath Thabrani).

Seusai shalat Ied, unsur Forkopimda, para Kepala SKPK, alim ulama dan sejumlah tokoh masyarakat berhalal bi halal ke kediaman Bupati Bireuen yang berdekatan dengan Mesjid Agung Sultan Jeumpa.

Bupati Muzakkar A. Gani menyambut para tamu dengan ramah yang datang berhalal bi halal dalam suasana penuh kekeluargaan. (H. AR Djuli)