KABAR BIREUEN– Sebanyak 500 pemuda mengikuti Seminar Kepemudaan dengan Tema “Peran Pemuda Bireun Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Minggu (17/2/2019) di Aula Lama Setdakab Bireuen.
Kegiatan yang digelar Institu T aagama Islam (IAI) Almuslim Aceh tersebut begitu meriah dan antusias seiring teriakan penyemangat saat ketiga Pemateri memasuki tempat acara.
Acara ini langsung dibuka dengan ketukan palu oleh Dr Nazaruddin Abdullah MA selaku pemegang mandat sebagai Wakil Rektor IAI Almuslim Aceh.
Tiga narasumber yang hadir dalam seminar Kepemudaan adalah Kautsar Muhammad Yus, Anggota DPR Aceh, Zilfikar Apayub, Anggota DPRK Bireuen dan dr Hulaimi JK.
Kautsar dalam paparannya menyebutkan, dalam melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan, generasi muda memiliki peran sentral sebagai agen perubahan dan inovator.
“Peran itu dapat berhasil menjadikan Indonesia maju dan besar bila persatuan dan kesatuan terjaga dan tidak terpecah belah yang intinya kita harus tegar hati dalam menerima ketidaksamaan dalam berprinsip atau lain ha,” sebutnyal.
Sementara itu, Zulfikar yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat Bireuen ini dalam materinya menyebutkan, saat ini adalah zamannya pemuda harus menunjukkan eksintensi dirinya.
“Pemuda adalah Agen perubahan dalam kontrol sosial,ciri pemuda zaman Now adalah eksis yang gak penting menjadi penting dan tambahnya jangan sampai terlena potensi yang ada mamfaatkanlah dengan benar,” ungkapnya..
Pemateri lainnya, dr Hulaimi JK, mengatakan,harus ada regenerasi pemuda selaku pemegang tongkat estafet kedepannya.
“Pemuda adalah penentu bangsa,pemuda yang bermanfaat bagi masyarakat banyak berinovasilah bagi kalian sendiri dan tentu berguna bagi orang banyak. Itu baru pemuda milenial namanya,” ucap dr Hulaimi yang dikenal akrab dengan berbagai lini usia itu.
Sala seorang peserta seminar menyebutkan, dia sangat antusias dan kagum mendengarkan paparan ketiga pemateri yang juga masih tergolong muda tersebut.
“Materinya sangat membangun dan membuka mindset para pemuda tentang pentingnya pemuda berperan sebagai agen perubahan. Saya kagum pemapaparan mereka yang lengkapm baik dari sisi religisu, kemasyarakat dan kemanusia,” katanya. (Ihkwati)









