KABAR BIREUEN, Bireuen – Konektivitas transportasi pada jalur nasional lintas timur Aceh kembali pulih setelah Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, kembali beroperasi sejak Minggu (20/9/2026).
Jembatan tersebut sebelumnya terputus akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025. Selama proses pembangunan kembali jembatan permanen, masyarakat dan pengguna jalan mengandalkan jembatan Bailey sebagai akses sementara.
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas selesainya pembangunan kembali Jembatan Krueng Tingkeum. Apresiasi secara khusus disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera serta Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Menurut Bupati Mukhlis, kembali beroperasinya jembatan tersebut memiliki arti penting, bukan hanya bagi masyarakat Bireuen, tetapi juga bagi pengguna jalan yang melintas dari Aceh menuju Sumatera Utara maupun sebaliknya.
“Pemerintah Kabupaten Bireuen menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan perhatian dan dukungan sehingga Jembatan Krueng Tingkeum dapat kembali digunakan masyarakat,” ujar Mukhlis, Selasa (22/9/2026).
Selama jembatan permanen belum dapat digunakan, jembatan Bailey menjadi akses utama bagi kendaraan yang melintasi kawasan tersebut. Namun, penerapan sistem buka-tutup pada jembatan darurat itu pada waktu tertentu sempat menyebabkan antrean kendaraan, terutama saat volume lalu lintas meningkat.

Kini, dengan kembali beroperasinya jembatan permanen, kendaraan dapat melintasi Krueng Tingkeum dengan lebih lancar. Pemulihan akses ini diharapkan turut memperlancar mobilitas masyarakat, angkutan barang, serta distribusi kebutuhan pokok di sepanjang jalur lintas timur Aceh.
Dampaknya juga dirasakan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kelancaran akses transportasi menjadi salah satu faktor penting bagi perdagangan, distribusi logistik, transportasi, dan berbagai kegiatan ekonomi yang bergantung pada jalur nasional yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara.
BACA JUGA: Jembatan Krueng Tingkeum Resmi Dibuka, Bupati Bireuen: Langkah Pulihkan Mobilitas Pascabencana
Mukhlis juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan akses transportasi sejak jembatan utama terputus akibat banjir.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak selama masa tanggap dan pemulihan telah membantu masyarakat tetap memperoleh akses penghubung sembari pembangunan jembatan permanen dilakukan.
“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat Bireuen maupun pengguna jalan dari daerah lain. Kita berharap dengan kembali beroperasinya jembatan ini, mobilitas masyarakat dan distribusi barang semakin lancar serta memberikan manfaat bagi perekonomian daerah,” kata Mukhlis.
Beroperasinya kembali Jembatan Krueng Tingkeum menjadi bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Bireuen. Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap dukungan Pemerintah Pusat terhadap pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana dapat terus berlanjut hingga aktivitas masyarakat dan pelayanan transportasi di wilayah terdampak kembali pulih secara menyeluruh. (Suryadi)











