KABAR BIREUEN, Juli – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menargetkan petani di Kabupaten Bireuen dapat kembali menanam padi setelah Ramadan, menyusul percepatan penanganan Bendung Irigasi Pante Lhong yang terdampak banjir.
Target tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau langsung kondisi Bendung Irigasi Pante Lhong di Desa Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (24/2/2026).
Peninjauan tersebut, untuk memastikan percepatan pemulihan layanan irigasi agar air segera kembali mengalir ke lahan pertanian.
Dalam kunjungan itu, Menteri Dody Hanggodo didampingi Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST serta jajaran Kementerian PU.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Menteri Dody menyampaikan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan air dari bendung dapat segera masuk ke sawah-sawah produktif, sehingga petani tidak kehilangan musim tanam.

“Saat ini masih dalam tahap tanggap darurat. Kementerian PU menyiapkan coverdam dan langkah-langkah lainnya. Namun yang utama adalah bagaimana air dari bendung ini bisa segera sampai ke sawah. Alhamdulillah, intake bendung sudah selesai ditangani, mudah-mudahan air segera mengalir sehingga petani bisa mulai tanam padi kembali setelah Ramadan,” ujar Menteri Dody.
Pada tahap tanggap darurat, sebut Dody, Kementerian PU membangun coverdam, menormalisasi aliran sungai, serta membersihkan sedimen di intake dan jaringan irigasi. Pascabanjir, sedimentasi yang tinggi menimbun kantong lumpur dan mengganggu operasional pintu pembilas.
BACA JUGA: Kunjungi Bireuen, Menteri PU Janji Bangun Kembali Infrastruktur yang Rusak Akibat Banjir
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada tanggul dan lining saluran irigasi. Meningkatnya debit Sungai Krueng Peusangan memicu overtopping yang menyebabkan erosi tebing serta pelebaran penampang sungai dari sekitar 120 meter menjadi 180 meter.
Bendung Pante Lhong merupakan sumber utama air untuk Daerah Irigasi (D.I) Pante Lhong seluas 6.562 hektare. Kerusakan infrastruktur ini berdampak langsung terhadap ribuan petani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Penguatan Tanggul Secara Multiyears

Selain penanganan darurat, Kementerian PU menyiapkan penguatan permanen tanggul kanan dan kiri sungai sepanjang kurang lebih 20 kilometer. Pekerjaan tersebut direncanakan menggunakan skema multiyears guna mencegah kerusakan berulang saat banjir terjadi.
“Kita harus perkuat sisi kanan dan kiri sungai supaya ketika banjir datang tidak sampai menghantam dan melebarkan sungai. Kalau sungai melebar, irigasi rusak, pompa rusak, dan infrastruktur lainnya ikut terdampak. Untuk saat ini kita selesaikan dulu tanggap daruratnya, setelah itu langsung mulai penanganan tanggul permanen secara bertahap,” tegasnya.
Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam menangani kerusakan bendung. Ia menegaskan, Bendung Pante Lhong menjadi tumpuan utama petani di daerah tersebut.
“Bendung Pante Lhong ini adalah salah satu harapan masyarakat Kabupaten Bireuen. Ada enam saluran irigasi yang rusak dan lebih dari 2.000 hektare sawah terdampak. Mudah-mudahan dalam bulan puasa ini sudah bisa difungsikan kembali, sehingga setelah lebaran petani bisa segera turun ke sawah,” ujarnya.
Bendung Irigasi Pante Lhong merupakan sumber utama air untuk mengairi sawah seluas 6.562 hektare di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Bireuen. Kerusakan infrastruktur ini, berdampak langsung terhadap ribuan petani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Dengan selesainya penanganan intake dan percepatan normalisasi nanti, pemerintah optimistis aliran air irigasi akan segera pulih kembali. Jika target tercapai, ribuan petani dalam wilayah D.I Pante Lhong dapat kembali menggarap sawah dan memulai musim tanam usai Ramadan, sekaligus menjaga ketahanan pangan di daerah ini. (Suryadi)










