KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen mengajak para orang tua, khususnya para ayah, untuk mengantar anak mereka pada hari pertama masuk sekolah pada 13-15 Juli 2026.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., sebagai bentuk dukungan terhadap keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
“Kami mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Bireuen, khususnya para ayah, agar meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk. Kehadiran orang tua akan menjadi penyemangat dan memberikan rasa percaya diri bagi anak saat memulai tahun ajaran baru,” ujar Bupati Mukhlis, Jumat (10/7/2026).
Ajakan tersebut juga dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Bireuen Nomor 400.3/710 yang ditetapkan pada 6 Juli 2026. Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh kepala SKPK, kepala satuan pendidikan, serta para orang tua di Kabupaten Bireuen.
Dalam edaran tersebut dijelaskan, GAMAS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak sekaligus dukungan emosional yang sangat dibutuhkan saat mereka memasuki lingkungan sekolah.
Berdasarkan jadwal kalender pendidikan, 13 hingga 15 Juli 2026 merupakan hari pertama masuk sekolah sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai awal kebersamaan antara keluarga dan sekolah,” demikian bunyi surat edaran tersebut.
Gerakan GAMAS merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026. Program ini juga menjadi bagian dari Quick Wins Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Untuk mendukung pelaksanaannya, Bupati Mukhlis meminta seluruh kepala SKPK memberikan fleksibilitas waktu dan dispensasi kerja bagi ASN maupun non-ASN yang memiliki anak usia sekolah agar dapat mengantar mereka pada hari pertama masuk sekolah.
Selain itu, kepala satuan pendidikan juga diminta menyambut kehadiran para ayah dan wali murid dengan baik. Gerbang sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat mengantar anak, tetapi juga ruang mempererat kemitraan antara keluarga dan sekolah.
Menurut Mukhlis, kehadiran seorang ayah di hari pertama sekolah mungkin terlihat sederhana, namun memiliki makna besar bagi perkembangan psikologis anak.
“Melalui gerakan ini, kami ingin membangun budaya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara ayah, ibu, guru, dan pemerintah. Anak-anak yang hebat lahir dari keluarga yang hadir dan peduli terhadap pendidikan mereka,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap, Gerakan GAMAS dapat menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. (Hermanto)










