KABAR BIREUEN, Juli–Pembangunan 31 unit hunian tetap (huntap) secara terpusat (komunal) bagi warga terdampak bencana banjir di kawasan Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, resmi dimulai.
Prosesi ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Bireuen, Ir Fadhli Abdullah ST, MSM, didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Marwan, ST, MT, Rabu (8/7/2026).
Peletakan batu pertama tersebut dilakukan mewakili Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST, yang sebelumnya dijadwalkan hadir.
Namun, karena harus menerima kunjungan tamu dari kementerian, pelaksanaan kegiatan diwakilkan kepada Kadis Perkim bersama Kalak BPBD Bireuen.

“Saya mewakili Bapak Bupati yang sedianya beliau melakukan peletakan batu pertama. Berhubung ada tamu dari kementerian, maka kegiatan dilanjutkan oleh saya bersama Pak Kalak BPBD,” ujar Fadhli kepada Kabar Bireuen, Rabu (8/7/2026) malam.
Fadhli menjelaskan, selain membangun 31 unit huntap di Dusun Bivak, pemerintah juga akan membangun 25 unit huntap lainnya di Dusun Alu Keumiki yang masih berada di Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli.
Fadhli mengatakan pembangunan huntap tersebut melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sementara itu, Kalak BPBD Bireuen, Marwan yang dihubungi kabar Bireuen menyebutkan, peletakan batu pertama tersebut dilakukan di Dusun Bivak saja. Karena memang lokasinya sudah ready (siap).
Sebelum memasuki tahap pembangunan, proses telah diawali dengan pembersihan lahan (land clearing) dan pengiriman material bangunan ke lokasi proyek.

Marwan menyebutkan, waktu pembangunan huntap tersebut, sesuai kontrak 90 hari.
“Sementara pembangunan huntap komunal di Alue Kemiki, Krueng Simpo, masih terkendala di jalan masuk karena sedang ada pemasangan bronjong di pinggir jalan,” sebutnya.
Pemerintah Kabupaten Bireuen terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait percepatan pembangunan huntap bagi warga yang rumahnya rusak berat maupun hilang akibat banjir.
Pembangunan hunian tetap tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana serta memberikan tempat tinggal yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sehingga para penerima manfaat segera dapat menempati rumah baru mereka. (Ihkwati)












