Razia Dishub Bireuen untuk tertibkan bus penumpang di tempat terlarang, Senin (22/6/2020)

KABAR BIREUEN – Pihak Dinas Perhubungan Senin pagi (22/6/2020) telah menurunkan  tim petugas  untuk menertibkan bus angkutan penumpang yang parkir menaikkan dan menurunkan penumpang  di area terlarang kawasan depan Telkom dan Bank Aceh kota Bireuen.

Salah seorang petuas Dishub yang minta tidak disebutkan jati dirinya mengatakan, tim Dishub dengan menumpang dua unit mobil operasi LLAJ, Senin pagi  (22/5/2020) turun ke lokasi  untuk menertibkan bus-bus angkutan penumpang L300 dan labi-labi yang parkir menaikkan dan menurunkan penumpang di area terlarang.

Pantauan Kabar Bireuen, tim petugas terlihat tak maksimal alias cilet-cilet dalam melakukan penertiban, mereka hanya duduk di warung kopi sekitarnya, tanpa memasang papan razia penertiban Dishub seperti lazimnya dilakukan Satlantas Polres Bireuen setiap menggelar  razia memasang papan operasi rutin Satlantas Polres Bireuen.

Konon lagi, tim petugas tidak berdiri di jalan larangan parkir, memberikan arahan kepada pengemudi angkutan penumpang agar tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di tempat terlarang.

Amatan Kabar Bireuen di lokasi, para harlan pencari penumpang bus dan tukang parkir kendaraan seperti main kucing-kucingan dengan petugas Dishub memberi isyarat kepada sopir L300 yang melawati tempat terlarang agar tidak berhenti menurunkan penumpang di tempat terlarang karena ada razia petugas Dishub.

Ironisnya, begitu petugas Dishub pulang para harlan dan petugas parkir langsung parkir kembali menaikkan dan menurunkan penumpang ditempat terlarang. “ Seperti peribahasa mengatakan, “Biduk Lalu kiambang bertaut”

Tgk Jailani warga jalan Gajah yang turut melihat razia yang digelar Dishub Bireuen mengatakan, itu masih pakai lagu lama dan pihak pengemudi angkutan penumpang dan harlan penumpang terkesan meresmehkan petugas Dishub.

“Tanpa memberikan tindakan tegas terhadap sipelangar “Tilang Ditempat” sampai kiamatpun Bireuen akan terus semraut,” ujar Tgk Jailani.

Menurut dia, meski petugas Dishub tiap hari berdiri di jalan menertibkan parkir kendaraan, tapi tindakan tegas sanksi tilang terhadap pelanggar tidak pernah dilakukan. Sehingga para pengemudi angkutan penumpang leluasa mengabaikan peraturan lalu lintas yag berlaku.

“Ini harus ditindak lanjuti dengan tindakan tim gabungan, Dishub, Satlantas, jaksa dan hakim PN untuk menggelar  sidang lapangan terhadap sopir-sopir angkutan penumpang yang membandel, “Tilang Ditempat,”  harap Tgk Jailani.(H.AR Djuli)

BAGIKAN