KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 23 siswa Jurusan Animasi SMKN 2 Peusangan mendapatkan pelatihan intensif mengenai UV Mapping dan texturing objek 3D menggunakan perangkat lunak Blender. Kegiatan yang dipandu tim dosen Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) ini bertujuan membekali siswa dengan kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam industri animasi dan kreatif digital.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fikom Umuslim, T. Rafli A, S.Sn., M.Sn., Jumat (3/7/2026), mengatakan, pelatihan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan siswa dalam menguasai salah satu tahapan penting produksi animasi 3D, yakni proses UV Mapping dan texturing yang berperan besar dalam menghasilkan tampilan visual objek tiga dimensi yang berkualitas.
“Penguasaan UV Mapping dan texturing merupakan kompetensi fundamental yang harus dimiliki siswa animasi karena menjadi bagian penting dalam menghasilkan model 3D yang berkualitas. Melalui pelatihan ini kami berharap siswa memiliki bekal keterampilan yang lebih baik, baik untuk mendukung pembelajaran di sekolah maupun sebagai persiapan memasuki industri kreatif digital,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi melalui metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung menggunakan Blender. Pendekatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan teknik yang dipelajari secara mandiri.

Materi yang diberikan mengacu pada kebutuhan kompetensi dasar produksi animasi 3D dan diselaraskan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang animasi. Pokok bahasan meliputi pengenalan konsep dasar UV Mapping, proses unwrap objek 3D, pengaturan UV Island, penggunaan UV Texture Checker, hingga penerapan material dan tekstur pada objek 3D.
Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pendampingan intensif saat praktik sehingga mampu menghasilkan objek 3D dengan pemetaan tekstur yang lebih akurat dan meminimalkan distorsi. Pendampingan dilakukan melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih optimal.
T. Rafli yang didampingi anggota tim pengabdian menyebutkan, antusiasme peserta terlihat tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil latihan yang dikerjakan siswa juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap tahapan dasar produksi aset animasi 3D, terutama dalam memahami hubungan antara proses UV Mapping dengan kualitas visual objek.
Ia berharap, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi dapat terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.
Tim pelaksana kegiatan diketuai T. Rafli A, S.Sn., M.Sn., dengan anggota Dedy Armiady, M.Kom., Munar, S.T., M.Kom., Muhammad Erfan Syah, S.Pd., M.Pd., dan Budi Handoyo, M.Kom. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Zahratul Mona dan Nazwa Nabila sebagai pendamping pelatihan. (Red)










