KABAR BIREUEN-Training Kader Dakwah Himpunan Ulama Dayah Aceh (TKD-HUDA) yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 kembali dilanjutkan oleh Tim Training kepada para teungku dari 3 dayah di Kabupaten Bireuen pada Senin, (13/7/2020) di Aula SMP Assalam Islamic Shcool komplek Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb.

Training tersebut bertujuan melatih para trainer untuk dijadikan sebagai tim trainer TKD-HUDA dari kalangan para pemuda ditingkat Kecamatan dan Gampong.

Acara tersebut diikuti oleh 30 peserta trainer dari empat Dayah, masing-masing Dayah Ma’ahadul Ulum Diniyah Islamiah Mesjid Raya (Mudi Mesra) Samalanga, Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb, Rauhul Mudi Al Aziziyah dan Dhiaulhaq Al Aziziyah dengan tema “Melahirkan Teungku Dayah Yang Berdakwah Dengan Hati”.

Sebelumnya, TKD-HUDA Bimbingan langsung Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop itu telah melakukan trainer calon kader dakwah dari kalangan para milenial pemuda dalam lima gampong se-Kecamatan Jeunieb awal Maret lalu.

Tgk. Saifuddin salah satu pateri TKD-HUDA mengatakan, training kali ini dimulai dari arah berbeda, dimana kami harus mentrainingkan orang yang sering berdakwah bahkan ada yang sudah menjadi Khatib Jum’at, akan tetapi ada hal-hal baru yang perlu dipahami kalangan pendakwah dan beberapa konsep penting untuk menjadi pendakwah yang benar.

“Maka kami hadir bersama-sama mendiskusi mencari yang lebih baik.Tengku-tengku dayah juga perlu bersinergi, menawarkan konsep-konsep baru dalam semua aspek kehidupan harus sesuai dengan norma-norma Islam. Mereka juga harus aktif berpikir dan menyelesaikan masalah dengan mencari solusi terbaik dalam sesama pendakwah,” sebut Tgk. Saifuddin

Hal serupa juga dipaparkan Tgk. Zulkarnaini bahwa kekompakan teungku dayah dapat memberikan efek besar dalam perkembangan dakwah, menjadikan dakwah sebagai ladang pemahaman dalam setiap bidang tanpa hanya di atas mimbar.

“Banyak lahir para penda’i tanpa kearifan tata cara berdakwah yang baik hingga dakwah melemah dan bias,” katanya. (Al Fadhal/ Jurnalus Warga)

BAGIKAN