KABAR BIREUEN – Rumah Tahfidz yang berada di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang mengadakan shalat subuh berjamaah dan muraja’ah untuk santrinya di meunasah desa tersebut, Minggu (17/11/2019).

Setelah muraja’ah dilanjutkan dengan tausiah subuh yang disampaikan oleh Direktur Pessantren Tahfidz Momtaz Alfasy, Lhokseumawe, Ustadz Abdul Halim, Lc. LLM.

Alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini dalam tausiahnya antara lain mengatakan, shalat subuh berjamaah terutama bagi anak-anak adalah sesuatu yang berat, kehadiran santri untuk shalat subuh berjamaah diharapkan menjadi inspirasi bagi orang tua.

Ia juga mengajak orang tua santri untuk berdoa agar mendapatkan anak yang soleh, sebagaimana doa yang dibacakan oleh para nabi. Ia juga menceritakan kisah Nabi Zakaria yang tercantum dalam surah Maryam.

“Terkadang hal yang mustahil bagi hamba, tapi tidak mustahil bagi Allah,” katanya.

Ia melanjutkan, bagi anak anak, motivasi terbesar dalam menghafal Alquran datang dari orang tuanya, karena waktu di pengajian hanya sebentar selebihnya bersama orang tua.

“Membaca dan menghafal Alquran bukan untuk anak anak saja, tapi untuk orang tua juga, jangan malu untuk belajar, terutama surah Alfatihah, karena surah tersebut kita baca dalam shalat,” katanya.

Pimpinan Rumah Tahfidz, Ustadz Iskandar mengatakan, santrinya berjumlah 180 dan rata-rata berdomisili di desa-desa tetangga, hadir pagi-pagi sekali sebelum azan subuh berkumandang bersama orang tua masing-masing.

“Inilah yang membuat kami semangat, anak-anak sangat antusias,” kata Iskandar kepada Kabar Bireuen. (Najib Zakaria)

BAGIKAN