KABAR BIREUEN – Pemerintah Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen menggelar Rembuk Stunting Tahun 2024 di Aula Kecamatan setempat, Rabu (28/02/2024).
Camat Peusangan Teguh Mandiri Putra, S.STP selaku panitia pelaksana kegiatan dalam laporannya mengatakan, di Kecamatan Peusangan kegiatan rembuk stunting rutin dilaksanakan setahun dua kali.
Disebutkan, rembuk stunting merupakan program prioritas pemerintah disamping program lainnya seperti program ketahanan pangan, bantuan langsung tunai (BLT), penanganan kemiskinan ekstrim dan lainnya.
Dirinya sangat bersyukur di Kecamatan Peusangan tahun ini terbebas dari lokus stunting.
“Alhamdulilah tahun ini Kecamatan Peusangan tidak ada lokus stunting dan hanya yang ada resikonya saja,” ucap Teguh.
Camat Peusangan ini mengharapkan kepada para keuchik supaya di setiap gampong ada petugas yang melaksanakan kegiatan penanganan stunting ini dan petugas tersebut diberikan honor.
Selain itu perangkat gampong, lembaga gampong dan semua kader yang ada di gampong diharapkan untuk mensupport program ini.
Karena dengan adanya program ini tidak terkontaminasi dengan stunting dan Kecamatan Peusangan terbebas dari lokus stunting.
“Untuk itu kepada semua pihak diharapkan untuk berkerja sama secara proaktif dalam menangani kasus stunting,” harap Camat Peusangan ini.
Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Ir Ibrahim Ahmad, M.Si diwakili oleh Sekretaris DPMG-PKB Bireuen, Irmawati, SP.
Dalam sambutannya Irmawati mengatakan, kegiatan rembuk stunting ini dilaksanakan setahun dua kali dilaksanakan sebelum dan sesudah Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kecamatan.
Dengan tujuan untuk menyepakati program dan rencana kegiatan penanganan stunting terintegrasi, merumuskan program.
Selain itu juga menyusun program terintegrasi dari Puskesmas, UPTD-KB, dan Tim Percepatan Penurunan Stunting, terkait dengan faktor-faktor di Peusangan yang butuh penanganan yang terintegrasi dengan Musrenbang.
“Berkat dukungan dan kerjasama semua pihak Kecamatan Peusangan tahun ini bebas dari lokus stunting,” ujar Irmawati.
Meski terbebas dari lokasi fokus (lokus) stunting, namun untuk faktor-faktor beresiko terhadap stunting masih banyak, apakah itu calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan dan nifas, bayi bawah lima tahun dan bawah dua tahun.
“Bahkan remaja juga sekarang perlu dikendalikan, untuk pencegahan stunting ke depannya,” kata Sekretaris DPMG-PKB Bireuen ini.(Hermanto).











