KABAR BIREUEN, Bireuen-Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, mengelar kegiatan Pelatihan Pembelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) bagi ratusan guru SD Se-Kabupaten Bireuen.
Pelatihan tersebut dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan implementasi pembelajaran abad ke-2.
Kegiatan itu dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr, Muslim, M.Pd, di Aula UPTD SPNF SKB Disdikbud setempat, Rabu 5 Agustus 2026.
Dalam arahannya Muslim mengatakan di era digital yang terus berkembang, kemampuan coding semakin menjadi kebutuhan penting.
Coding adalah proses menulis instruksi atau perintah dalam bahasa pemrograman agar komputer dapat memahami dan menjalankan tugas tertentu, seperti membuat aplikasi, situs web, dan perangkat lunak.
Dijelaskan, tujuan dari pelatihan ini antara lain membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengintegrasikan pembelajaran coding ke dalam proses pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
Pelatihan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial hari ini sangat diperlukan agar guru mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menyesuaikannya dengan proses pembelajaran.

jika guru tidak menguasai coding dan kecerdasan artifisial, dampaknya akan sangat terasa terkait efisiensi pengajaran.
“Saya sangat yakin peserta pelatihan hari ini adalah guru-guru pilihan yang memahami dan menguasai teknologi,” ujar Muslim.
Muslim menekankan pergunakanlah technologi dengan bijak untuk mendukung pendidikan dan mampu menciptakan solusi pembelajaran kreatif dan adaptif sesuai tuntutan zaman.
Sebelumnya Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Bireuen, Khairul Mursalin, S.Pd., M.M melaporkan, tujuan utama pelatihan ini yaitu meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran coding. Memperkenalkan konsep dasar berpikir komputasional (computational thinking).
Kemudian, melatih guru menggunakan media dan aplikasi pembelajaran coding dan mendorong guru mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan berbasis teknologi.
Pelatihan ini diikuti 224 guru dari 224 Sekolah Dasar Negeri selama empat hari mulai 5 Agustus hingga 8 Agustus 2026, di komplek Disdikbud setempat.
“Dari 224 peserta tersebut untuk mengoptimalkan proses pelatihan peserta dibagi dalam empat kelas,” ujar Khairul Mursalin.

Pelatihan tersebut menghadirkan empat orang fasilitator yang telah memperoleh sertifikat coding dan kecerdasan artifisial dari kementrian.
Yaitu fasilitator, Irmayani, S.Pd, (UPTD SD Negeri 13 Bireuen). Dwi Wulandary (SD Sukma Bangsa Bireuen). Yunita, S.Pd, (UPTD SMP Negeri 1 Bireuen) dan Khairul Azmi, S.Kom. (UPTD SMPN 3 Peusangan).
Adapun materi yang diberikan meliputi, Pengantar Computational Thinking. Konsep dasar pembelajaran coding di Sekolah Dasar.
Praktik penggunaan aplikasi pembelajaran coding. Penyusunan rancangan pembelajaran berbasis coding. Presentasi hasil praktik dan diskusi.
“Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung, diskusi kelompok, dan tanya jawab,” sebutnya.
Disebutkan, hasil akhir yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain, guru memahami konsep dasar pembelajaran coding. Guru mampu menggunakan aplikasi coding sederhana sebagai media pembelajaran.
“Dan guru memperoleh pengalaman menyusun pembelajaran berbasis coding. Terjalin kolaborasi dan berbagi praktik baik antar guru,” pungkas Khairul Mursalin. (Hermanto)









