KABAR BIREUEN, Bireuen – Puluhan peserta antusias mengikuti Sosialisasi Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PWK), Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Bireuen.
Kegiatan dengan tema “Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan” dibuka Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T, di Oproom Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kamis 24 September 2026, pagi.
Wakil Bupati Bireuen, Razuardi, dalam arahannya mengatakan, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan bangsa serta kesatuan wilayah berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Dalam rangka fasilitasi kegiatan tahun 2026 yang merujuk pada Permendagri No. 71 Tahun 2012, penguatan ideologi ini penting untuk menjaga semangat persatuan dan cinta tanah air.
Langkah penyelamatan ini perlu dilakukan agar wawasan kebangsaan di kalangan masyarakat serta generasi penerus tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan dinamika pembangunan.
“Tujuan utamanya adalah mewujudkan nasionalisme tinggi di segala aspek kehidupan dengan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi, kelompok, suku, atau daerah, tanpa mengabaikan kepentingan golongan selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional,” sebut Razuardi.
Secara hakikat, wawasan kebangsaan tidak lahir dengan sendirinya, melainkan hasil konstruksi realitas sosial dan politik yang menuntut pembentukan jati diri sesuai nilai-nilai budaya bangsa.
Setiap orang pada dasarnya memiliki rasa dan wawasan kebangsaan dalam diri atau hati nuraninya.

Pada kenyataannya, rasa kebangsaan memang mudah dirasakan tetapi sulit dijelaskan. Meski demikian, timbul kepekaan emosional dan pemikiran ketika rasa kebangsaan tersebut tersentuh.
Rasa kebangsaan bisa timbul dan terpendam secara berbeda dari orang per orang dengan naluri kejuangannya masing-masing, tetapi bisa juga timbul dalam kelompok yang berpotensi dahsyat luar biasa kekuatannya.
Pendidikan wawasan kebangsaan merupakan kegiatan yang bersifat cinta sektoral, terpadu dalam berbagai bentuk dan aspek kehidupan warga bangsa dan melibatkan berbagai komponen bangsa.
Lahirnya wawasan kebangsaan ini didukung oleh rasa kebangsaan, yaitu kesadaran kolektif suatu bangsa sebagai hasil dialektika alamiah dihadapan hukum dan pemerintah.
“Rasa kebangsaan inilah kelak menghasilkan konsepsi wawasan kebangsaan yang merupakan pemikiran bersifat nasional dimana suatu bangsa memiliki cinta kehidupan dan tujuan nasional yang jelas,” katanya.
Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi suatu wadah untuk pengembangan cara pandang masyarakat tentang diri dan lingkungannya agar mengutamakan persatuan dan kesatuan yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945,.
Sehingga terbentuk wawasan kebangsaan yang berpedoman pada keanekaragaman agama, kebudayaan, bahasa dan suku bangsa.
Dia sangat mengharapkan kepada seluruh peserta dan para hadirin, kita harus mampu meraih kemajuan tanpa mengorbankan harga diri dan martabat kita sendiri.

“Semoga kegiatan hari ini bisa bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sehari-hari,” harap Wabup Razuardi.
Panitia kegiatan, Teuku Juwirman Syah, S.E, dalam laporannya mengatakan, sosialisasi PWK ini sebagai upaya menanamkan dan meningkatkan cara pandang bangsa Indonesia, baik dari sisi pemahaman, rasa ataupun semangat tentang diri dan lingkungannya agar mengutamakan persatuan dan kesatuan Bangsa serta kesatuan wilayah yang dilandasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Kegiatan bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kebangsaan guna pemberdayaan dan penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada nilai Pancasila.
“Kemudian yang berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Disebutkan, ada 50 peserta yang mengikuti Pendidikan Wawasan Kebangsaan Tahun 2023 ini yang terdiri dari guru pendamping, mahasiswa, siswa dan masyarakat dalam Kabupaten Bireuen
Sosialisasi pendidikan wawasan kebangsaan ini menghadirkan narasumber dari unsur Pemkab Bireuen dan unsur dari Kodim 0111/Bireuen.
Dikatakan, materi yang disampaikan dalam kegiatan ini, yaitu Peran Pemerintah Dalam Peningkatkan Wawasan Kebangsaan Bagi Masyarakat dan Generasi Muda.
“Dan Peran Kodim Dalam Optimalisasi Nilai-Nilai Persatuan dan Kesatuan dalam Menjaga Keutuhan NKRI,” tutup Teuku Juwirman Syah, yang juga sebagai Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Bireuen. (Hermanto)











