KABAR BIREUEN – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Drs Heru Pranoto, M.Si, mengatakan, program Grand Design Alternative Development (GDAD) yang dilaksanakan di Kabupaten Bireuen selama empat tahun terakhir, telah berhasil memutus mata rantai produktivitas ganja.

Heru Pranoto mengemukakan hal itu dalam dalam pertemuan sharing pandangan dengan unsur Forkopimda Bireuen dan ketua komunitas sepeda setempat di Meuligoe Bireuen, Jumat (13/11/2020) malam.

Menurut Heru Pranoto, program GDAD ini terbukti sangat baik dan efektif, untuk memberantas penanaman ganja dan meningkatkan ekonomi masyarakat pada beberapa kabupaten di Aceh.

Bahkan, katanya, tahun ini di Bireuen tercatat sebanyak 12.000 hektar lahan perkebunan, ditanami jagung melalui program GDAD yang sudah panen raya pada Februari lalu.

“Program GDAD ini akan terus berlanjut, untuk memutus mata
rantai produktivitas ganja di Aceh,” tegas Heru Pranoto.

Karenanya, dia mendorong masyarakat bercocok tanam secara legal. Jangan mudah dipengaruhi oleh para bandar narkotika maupun jaringannya yang memanfaatkan petani untuk menanam ganja.

Diakuinya, saat ini memang belum seratus persen penanaman ganja di Aceh hilang. Namun, penurunannya cukup drastis.

“Ini setelah masyarakat semakin banyak menanami komoditas perkebunan yang potensial dan memiliki nilai ekonomis tinggi,” jelas Heru Pranoto.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si, dalam pertemuan tersebut. Dia mengatakan, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk terus melaksanakan program pemberantasan narkoba dan juga GDAD.

Menurut Muzakkar, program GDAD terbukti telah berhasil mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Sebelum ada program tersebut, katanya, angka kemiskinan di Bireuen sebesar 14,8 persen. Namun, setelah program itu berjalan, angka kemiskinan menurun hingga 12,7 persen.

“Jadi, statistik ini sangat jelas, berkat aktivitas petani yang ramai-ramai menanam jagung, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Muzakkar.

Karena itu, kata dia, pihaknya akan terus bekerja sama dengan BNN, untuk mengimplementasikan program ini secara berkesinambungan. Jika tahun 2020 tercatat 12 ribu hektar lahan dimanfaatkan untuk penanaman komoditas jagung, maka pada tahun 2021 mendatang akan diperluas lagi.

“Pemkab Bireuen telah merancang 20 ribu hektar lahan yang jadi target program tersebut tahun depan,” jelas Bupati Muzakkar.

Setelah acara temu ramah tersebut, dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan oleh Kepala BNNP Aceh kepada sejumlah ketua komunitas sepeda di Bireuen. Sebab, mereka selama ini telah berperan aktif mengampanyekan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada masyarakat. (Suryadi)

BAGIKAN