KABAR BIREUEN, Bireuen – Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT menghadiri penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode XXIX dan KKN Tematik Literasi Universitas Syiah Kuala (USK) Tahun 2026.
Sebelumnya, sebanyak 617 mahasiswa USK Banda Aceh tersebut telah menyelesaikan masa pengabdian selama satu bulan di 90 gampong yang tersebar di 12 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.
Prosesi seremonial penarikan mahasiswa KKN itu berlangsung di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Rabu sore, 5 Agustus 2026.
Dalam arahannya, Wabup Razuardi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor Universitas Syiah Kuala atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Kabupaten Bireuen sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tahun 2026.
Apresiasi disampaikan kepada seluruh mahasiswa KKN yang selama berada di tengah-tengah masyarakat telah menunjukkan dedikasi, semangat pengabdian, sikap santun, serta mampu berbaur dengan masyarakat dalam melaksanakan berbagai program yang bermanfaat.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa bukan hanya memberikan kontribusi melalui program kerja, tetapi juga membawa semangat baru, wawasan, kreativitas, dan inspirasi bagi masyarakat,” sebutnya.
Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, khususnya dalam mendukung pembangunan dan penguatan literasi, menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bireuen.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan wadah pembelajaran yang sangat berharga untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Pengalaman selama berada di desa akan menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, empati, serta kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Wabup Razuardi berharap, pengalaman yang telah diperoleh di Kabupaten Bireuen dapat menjadi kenangan yang indah sekaligus motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi kepada bangsa dan negara.
Teruslah belajar, teruslah berinovasi, dan jangan pernah berhenti memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadilah generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi Aceh dan Indonesia.
“Kami juga berharap, hubungan baik antara Pemerintah Kabupaten Bireuen dengan Universitas Syiah Kuala dapat terus terjalin melalui berbagai bentuk kerja sama pada masa yang akan datang, sehingga semakin banyak program pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah,” harapnya.
Kepada seluruh mahasiswa KKN, Wabup mengucapkan selamat kembali ke kampus. Semoga seluruh pengalaman selama melaksanakan KKN menjadi bekal berharga dalam menempuh pendidikan dan menggapai cita-cita.
“Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat Kabupaten Bireuen,” ucap Razuardi.
Sebelumnya, Wakil Kabid Manajemen Riset dan Pengabdian USK Banda Aceh, Prof. Dr. Yunisrina Qismullah Yusuf, S.Pd., M.Ling, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Bireuen beserta jajaran atas dukungan, fasilitas dan kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan KKN sebanyak 617 mahasiswa USK di 12 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.
“Kemudian ucapan yang sama disampaikan kepada camat beserta istri camat, keuchik, TP-PKK yang telah menerima, membimbing dan memberdayakan mahasiswa kami selama 30 hari di tengah masyarakat,” ucapnya.

Selanjutnya, kepada koordinator lokasi dosen pembimbing lapangan yang telah dengan penuh tanggung jawab melaksanakan pendampingan akademik dan moral kepada mahasiswa.
Dan seluruh mahasiswa KKN USK yang telah bekerja keras, berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Bireuen.
KKN merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Dharma Pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat tentang kearifan lokal, gotong royong dan permasalahan riil di desa.
“Kami berharap seluruh program kerja yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan dapat diteruskan oleh pemerintah desa bersama masyarakat Bireuen,” ujarnya.
Dengan memohon ridha Allah SWT, pada hari ini pihaknya secara resmi menarik kembali seluruh mahasiswa KKN USK tahun 2026 dari lokasi penempatan di Kabupaten Bireuen, untuk kembali ke kampus guna melanjutkan kegiatan akademik.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila pada pelaksanaan KKN terdapat sikap perilaku maupun program kerja mahasiswa yang kurang berkenan,” pintanya.
Kepada seluruh mahasiswa jadikanlah pengalaman KKN ini sebagai bekal hidup, teruslah menjadi agen perubahan yang berdampak bagi masyarakat bangsa dan negara.
“Kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen kembali kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerjasama yang luar biasa selama ini. Semoga kemitraan ini terus berjalan untuk terjalin untuk kemajuan bersama,” tutup Yunisrina Qismullah Yusuf. (Hermanto)









