KABAR BIREUEN– Menjelang Ramadhan 1446 H tahun 2024, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga , meski ada juga yang masih stabil.
Di Pasar Keude Matangglumpangdua, Ķecamatab Peusangan, Kabupaten Bireuen, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan antara Rp5-7 ribu per kilogram.
Hal itu berdasarkan pantauan dan monitor harga bahan pokok yang dilakukan Babinsa Koramil 06 Peusangan, Sertu Muzakkir, Jumat (1/3/2024) pagi di Pasar Keude Matangglumpangdua.
Sertu Muzakkir kepada Kabar Bireuen, Jumat (1/3/2024) menyebutkab, pantauan tersebut diambil guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.
Kegiatan ini, sambung dia, merupakan bagian dari upaya Kodim melalui Babinsa jajarannya yang ada di wilayah dalam mendukung stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang puasa Ramadhan.
Dikatakannya, mulai dua minggu lalu harga sejumlah bahan pokok mulai naik.
“Bahan pangan yang mengalami kenaikan adalah ayam potong per kilogram dari Rp28 ribu naik sampai Rp 35 ribu hari ini. Begitu juga bawang merah dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu,” sebutnya.
Sementara harga beras 1 karung kemasan 15 kilogram Rp 200 ribu sampai Rp215.
Adapun hasil pantauan Sertu Muzakkir, harga bahan pokok menjelang Bulan suci Ramadhan di Pasar Keude Matangglumpangdua, beras 1 sak ukuran 15 kg dari harga Rp200 ribu sampai Rp 215 ribu.
Bawang merah Rp40 ribu/kg , bawang Putih Rp35 ribu/kg , telur ayam ras Rp55 ribu/papan.
Cabai merah besar 60 ribu/kg, cabai keriting kering Rp70 ribu/kg, cabai kecil Rp45 ribu /kg, tomat Rp 13 ribu/kg .
Selanjutnya harga minyak goreng curah Rp16 ribu/kg, kunyit Rp 10 ribu / kg, jahe 28 ribu/kg , gula pasir 18 ribu/ kg, gula merah 22 ribu/ kg dan ayam potong Rp75 ribu per ekor, sementara rata- rata harga ayam potong Rp 35 ribu/ kg.
Sertu Muzakkir mengungkapkan, meski memang hampir setiap jelang Bulan Suci Ramadhan harga cenderung naik namun menurit pedaang yang ditemuinya, mereka berharap harganya stabil dan tidak melonjak tinggi.
“Karena itu berpengaruh pada pembeli..harga makin naik pembeli makin sedikit putaran uang berkurang,” katanya. (Ihkwati)











