Faidah Rahmi bersama kuasa hukumnya, Muhammad Ari Syahputra, SH di Mapolda Aceh. (Foto: Ist)

KABAR BIREUEN – Pimpinan agen perjalanan haji dan umrah, Elhanief Tour dan Travel, H. Akmal Hanif, Lc dilaporkan ke Polda Aceh, terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang calon jamaah haji dan umrah. Dugaan tindak pidana tersebut dilaporkan Faidah Rahmi (34), perwakilan Elhanief Tour dan Travel di Aceh Tengah.

Korban melapor ke Mapolda Aceh, Sabtu (5/9/2020), didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Ari Syahputra, SH. Surat Tanda Terima Laporan No. STTLP/241/IX/YAN.2.5/2020 SPKT tertanggal 05 September 2020 tersebut ditandatangani Kepala SPKT Kompol Mustafa.

Selesai melaporkan kasus tersebut, Faidah Rahmi menjelaskan kepada wartawan perihal dugaan penipuan dan penggelapan dialaminya yang diduga dilakukan terlapor, Akmal Hanif, selaku pimpinan perusahaan Elhanief Tour dan Travel.

Disebutkan Faidah Rahmi, dia merupakan perwakilan Elhanief Tour dan Travel di wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Pada tahun 2016, Akmal Hanif mempercayakan dan menunjuk dirinya untuk merekrut calon jamaah haji dan umrah yang akan diberangkatkan melalui agen perjalanan haji dan umrah yang dipimpinnya itu.

Sesuai dengan komitmen, para jamaah yang sudah melunasi biaya perjalanan haji dan umrah, akan diberangkatkan pada April dan Desember 2019.

Namun, pada waktu yang telah ditentukan oleh Akmal Hanif, para jamaah tersebut tidak diberangkatkan. Setelah dikonfirmasi oleh korban, pihak Elhanief Tour dan Travel menyatakan, tidak sanggup lagi memberangkatkan calon jamaah haji dan umrah tersebut, karena keterbatasan biaya.

“Pihak Elhanief Tour dan Travel berjanji akan mengembalikan uang para calon jamaah seluruhnya,” ungkap Faidah Rahmi.

Selanjutnya, menurut Faidah, pada 3 Juni 2019, salah satu pimpinan perusahaan tersebut yang bernama Ratna datang ke Aceh Tengah menjumpai korban dan para calon jamaah haji dan umroh. Dia menyatakan, Elhanief Tour dan Travel tidak sanggup lagi memberangkatkan calon jamaah, karena keterbatasan biaya.

Saat itu, pihak Elhanief Tour dan Travel berjanji akan mengembalikan seluruh uang calon jamaah haji dan umrah pada 3 Juli 2019. Tapi, para calon jamaah tersebut merasa keberatan dan meminta, mereka harus diberangkatkan sesuai komitmen agen perjalanan haji dan umrah itu

Karena itulah, masih menurut keterangan Faidah, pihak Elhanief Tour dan Travel meminta kepada dirinya untuk memberangkatkan mereka yang sudah melunasi biaya perjalanan melalui travel lain. Permintaan tersebut disaksikan para calon jamaah haji dan umrah yang hadir ketika itu sekitar 25 orang.

Segala biaya keberangkatan calon jamaah haji dan umrah melalui travel lain, ditanggung sepenuhnya oleh korban (Faidah Rahmi). Biaya tersebut dijanjikan oleh pihak Elhanief Tour dan Travel akan diganti pada 3 Juli 2019.

Berpegang pada janji tersebut, kemudian Faidah Rahmi memberangkatkan seluruh calon jamaah haji dan umrah sekitar 45 orang melalui travel lain. Namun, biaya tersebut yang jumlahnya mencapai Rp 860 juta lebih, belum juga diganti sesuai dijanjikan akan dibayar pada 3 Juli 2019.

“Pihak Elhanief Tour dan Travel atau pimpinannya, Akmal Hanif, tidak dapat dihubungi lagi. Hingga kini, tidak diketahui lagi keberadaannya. Atas dasar itulah, saya melaporkan Akmal Hanif ke Polda Aceh,” ujar Faidah Rahmi.

Terkait pelaporan tersebut, hingga kini belum didapat tanggapan dari pihak terlapor, pimpinan Elhanief Tour dan Travel, Akmal Hanif. (Suryadi)

 

 

BAGIKAN