KABAR BIREUEN-Peningkatan mutu guru tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama baik Pemerintah maupun organisasj profesi serta semua pemerhati pendidikan secara bersama dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.
Hal itu dikatakan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Bireuen, periode 2018-2023, Hamdani S.Pd, M.Pd dalam pidato perdananya, di Aula Lama Setdakab setempat, Jumat (28/9/2018), usai dilantik.
“Ikatan guru Indonesia atau (IGI) adalah organisasi pendidikan yang beranggotakan guru, dosen dan pemerhati pendidikan di Indonesia,” ujar kepala SMAN 1 Bireuen itu.
Menurutnya, beberapa program prioritas IGI Kabupaten Bireuen yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, adalah Sagusatap (satu guru satu tablet), Sagusanov (satu guru satu inovasi), Sagusandro (satu guru satu aplikasi android), Sagusamik (satu guru satu komik pembelajaran).
Kemudian, Sagusampai (satu guru satu multimedia pembelajaran interaktif), Sagusablog (satu guru satu blok), Sagusakti (satu guru satu karya tulis ilmiah) serta Sagusaku (satu guru satu buku) dan program-program lainnya.
Selain itu, program-program tersebut IGI Kabupaten Bireuen juga akan menguatkan Gerakan Literasi Sekolah pada setiap jenjang yang ada dalam wilayah Kabupaten sekolah di kabupaten Bireuen, dengan menugaskan setiap anggotanya sebagai agen- agen literat terutama di sekolahnya masing-masing.
Semua program yang dilakukan oleh IGI Kabupaten Bireuen guna meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru serta penumbuhan budi pekerti peserta didik sesuai dengan Permendikbud nomor, 23 tahun 2015.
Tentu dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, tambah Hamdani, IGI Kabupaten Bireuen tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak terkait, terutama dari Pemerintah Daerah setempat.
“Kami IGI Bireuen siap bekerja sama, bahu-membahu bersama pemerintah khususnya bersama Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Kabupaten Bireuen,” pungkas Hamdani. (Herman Suesilo).









