KABAR BIREUEN, Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengaktifkan kembali 619 Posyandu yang tersebar di 609 gampong sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat dan garda terdepan dalam pencegahan stunting.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang dirangkai dengan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui aktivasi Posyandu di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Sabtu (21/6/2026).
Menurut Mukhlis, Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan balita, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Posyandu bukan sekadar tempat penimbangan balita. Posyandu adalah pusat pelayanan masyarakat, ujung tombak pencegahan stunting, tempat edukasi keluarga, serta garda terdepan dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” tegasnya.
Bupati Mukhlis menilai, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kualitas keluarga dan masyarakat yang sehat, mandiri, serta sejahtera.
Karena itu, ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat sinergi dengan TP-PKK dan Posyandu agar setiap program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi seluruh sektor untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang mudah, dekat, dan berkualitas,” ujarnya.
Mukhlis juga mengapresiasi dedikasi kader PKK dan Posyandu yang selama ini bekerja secara sukarela membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, mengatakan, peringatan HKG PKK bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan keluarga.
Ia menjelaskan, tema HKG PKK tahun ini, “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, menjadi pengingat pentingnya membangun sumber daya manusia yang unggul melalui keluarga yang sehat dan kuat.
“Posyandu harus kita hidupkan kembali sebagai pusat pelayanan dasar yang dekat dengan masyarakat, bukan hanya untuk penimbangan balita, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan, pencegahan stunting, pelayanan ibu hamil, dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Sadriah menambahkan, keberhasilan mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 sangat bergantung pada kualitas kesehatan keluarga saat ini.
BACA JUGA: Pelatihan Tenun serta UMKM Warnai HUT Dekranasda dan HKG PKK di Bireuen
“Setiap balita yang tumbuh sehat dan setiap keluarga yang menerapkan pola hidup sehat merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan GERMAS sebagai budaya sehari-hari melalui aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan berkala, menjaga kebersihan lingkungan, serta aktif memanfaatkan layanan Posyandu.
Dalam kegiatan tersebut, TP-PKK Kabupaten Bireuen juga menyerahkan penghargaan kepada Posyandu terbaik dan kader Posyandu berprestasi tahun 2025, penghargaan bagi Ketua TP-PKK kecamatan kategori partisipatif, kreatif dan inovatif, serta penghargaan bagi pengurus TP-PKK kecamatan paling aktif.
Selain itu, panitia turut menyerahkan hadiah kepada para juara turnamen bola voli putri antar kecamatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HKG PKK ke-54.

Ketua Panitia Pelaksana, Ny. Hiryani Razuardi, melaporkan, peringatan HKG PKK tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, antara lain pertandingan voli putri antar kecamatan, senam sehat bugar, pembinaan Posyandu, bazar UMKM, penanaman pohon, bantuan sosial bagi korban bencana, pendampingan korban kekerasan, hingga peningkatan kapasitas guru dan Bunda PAUD.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi peran PKK sebagai mitra pemerintah sekaligus memperkuat semangat menyukseskan 10 Program Pokok PKK dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, maju, dan mandiri,” kata Hiryani.
Peringatan HKG PKK ke-54 tersebut juga dirangkai dengan talk show mengenai sosialisasi dan implementasi pengelolaan Posyandu berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 420 peserta yang terdiri atas unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, organisasi perempuan dan kemasyarakatan, TP-PKK kabupaten, kecamatan, gampong, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. (Hermanto)













