KABAR BIREUEN-Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar, S.Sos bersama Ketua Fraksi serta Anggota dewan turun langsung melihat abrasi sungai di wilayah Samalanga,Sabtu (28/12/2019).

Peninjauan tersebut tersebut guna melihat dari dekat betapa parahnya abrasi sungai yang terjadi di Kabupaten Bireuen, khusus di daerah Samalanga.

Kunjungan Ketua DPR-K Dan Anggota ini  didampingi Staf dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen diwakilkan Ahyar untuk melihat langsung kondisi abrasi yang terjadi di areal Sungai Samalanga.

Turut mendampingi kunjungan ketua dan anggota dewan tersebut, Tgk H Nuruzzahri atau Waled Nu, pimpinan dayah mengingat kondisi abrasi di daerah ini sudah parah sekali.

Selain bisa merugikan daerah  zona ekonomi ekslusif, abrasi yang terjadi di Samalanga saat ini, jika tidak secepatnya ditangani juga bisa merusak pemukiman dan perekonomian masyarakat.

Ketua DPRK Bireuen, Rusydi Mukhtar menyebutkan, dia sengaja mengajak Wakil Ketua Syauki Futaqi ,Ketua Fraksi Juang Bersama, Zulfikar Apayub, Ketua Fraksi Partai Aceh, M.Nasir (Waled), Anggota dewan, Athailah M.Saleh, Isnaini serta Sayuti  turun ke Sungai Samalanga, yang berada samping Dayah Ummul Ayman Samalanga.

“Abrasi yang terjadi saat menjadi tanggung jawab kita bersama makanya hari ini saya mengajak Wakil Ketua dan anggota DPRK Bireun untuk datang dan melihat langsung abrasi yang terjadi di Samalanga saat ini, yang semakin hari kian parah,” sebut pria yang akrab disapa Ceulangiek tersebut.

Pemerintah Daerah, sebutnya, jelas tidak akan sanggup sendiri mengatasi persoalan abrasi ini mengingat begitu luasnya daerah yang terkena abrasi.

“Kalau dilihat dari nominal APBK Bireuen setiap tahunnya, memang besar. Tapi kalau dilihat dari distribusi dan kondisi alam, jumlah tersebut tidak mencukupi. Maka dari itu, untuk penanganan abrasi ini butuh bantuan provinsi,” katanya.

Sementara itu, Waled Nu berharap kepada pemerintah  Kabupaten Bireuen untuk bisa memperjuangakan abrasi sungai yang terjadi saat ini di Wilayah Samalanga yang makin tambah parah. (Ihkwati)

 

BAGIKAN