Jelang Peresmian Jembatan Krueng Tingkeum, Getek Tinggal Kenangan

KABAR BIREUENMenjelang peresmian jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, yang direncanakan pertengahan Januari 2018 ini, pengelola jasa angkutan penyeberangan getek (boat) pun mulai membongkar peralatan mereka.

Pantauan Kabar Bireuen, sejak Selasa (9/1/2018), satu unit getek yang parkir di sebelah selatan jembatan mulai membongkar kerangka yang terpasang di boat mereka. Beberapa pemuda memakai linggis dengan sigap mencongkel satu persatu papan lantai dan kayu atap getek.

“Mereka mulai bongkar bang, karena cuma lima hari lagi,” ungkap seorang warga setempat.

Menurut dia, getek tersebut yang lebih duluan dibongkar karena sudah beberapa hari tidak beroperasi lagi akibat rusak. Sementara yang lainnya tetap beraktivitas sampai jembatan dibuka.

“Getek lain tetap jalan sampai hari H jembatan dibuka,” jelasnya.

Ketika Kabar Bireuen hendak mengabadikan pembongkaran getek, sayup-sayup terdengar suara pemuda di pinggir sungai, “getek tinggal kenangan”.

Benar saja, kiranya hiruk-pikuk suasana penyeberangan kiri kanan jembatan Krueng Tingkeum serta dhok-dhok suara boat yang sudah berjalan tujuh bulan sejak Maret tahun lalu, akan segera berakhir.

Sejumlah manfaat juga sudah tercurah kepada pengelola, pekerja dan juga pengguna jalan raya. Namun, semua itu akan menjadi kenangan tersendiri.

Contoh saja, Azhari (40), warga Desa Kulu, Kecamatan Kutablang, yang selama ini saban hari bekerja mengarahkan pengguna jasa getek untuk menaiki jasa angkutannya. Nantinya, pria tersebut akan kembali melakoni pekerjaannya yang dulu sebagai pengumpul pasir di Krueng Tingkeum.

“Setelah ini, saya akan kembali mengumpulkan pasir untuk bisa menafkahi keluarga,” ucap Azhari.

Menurutnya, selama ini, walau hanya setengah hari bekerja berdiri di jalan mengarahkan sepeda motor, dia bisa mendapat imbalan sekitar Rp180 Ribu perhari dari tokenya.

Begitu juga pemasukan yang dinikmati warga lainnya. Bang Taher (50), misalnya, juga kecipratan rezeki dari usaha penyeberangan tersebut. Dengan hanya mengandalkan sebuah tempat beratapkan daun rumbia, dia saban hari menjajakan mie, rujak, kopi sachet serta makanan ringan lainnya.

Di bawah rindangnya rumpun bambu pinggir sungai, Bang Taher bersama istrinya selalu melayani warga yang singgah di tempatnya, untuk sekedar istirahat sambil minum dan menikmati makanan lainnya.

“Sebelum menyeberang, mereka minum dulu di sini. Ada juga yang makan mie dan rujak,” ujar Taher.

Menurut Bang Taher, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB setiap hari, dia bisa mendapatkan hasil jualannya berkisar Rp300 – 400 ribu.

Terlepas dari semua itu, setelah peresmian jembatan dan aktivitas jalan Medan – Banda Aceh kembali normal, warga pun bertanya, akankah jalan alternatif arah utara dan selatan diaspal?

Mereka sangat berharap, Pemerintah Bireuen juga perlu memuluskan jalan tersebut seperti sebelumnya. Semoga. (Faisal Ali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Wujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Polisi

0
KABAR BIREUEN, Peusangan— Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K. mengajak mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga...

Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mendapatkan giliran operasi katarak, sekarang harus menunggu 6 - 12 bulan. Masyarakat pertanyakan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...

Pimpinan dan Pengurus Dayah di Bireuen Ikuti Pelatihan Manajemen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah (DPD) menyelenggarakan pelatihan manajemen dayah. Pelatihan tersebut diikuti puluhan peserta terdiri dari pimpinan dan pengurus...

Raih Nilai Tertinggi, Mahasiswa UNIKI Juara 1 MTQ Maulid Fest 2026 di Malang

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Aceh, T. Khairun Navis, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Musabaqah Tilawatil...

Jaga Keamanan dan Ketertiban, Personel Polsek Samalanga Patroli di Kawasan Pasar serta Pusat Keramaian

0
KABAR BIREUEN, Samalanga -Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Samalanga, Kabupaten Bireuen melaksanakan patroli di kawasan pasar dan pusat keramaian, Selasa,...

KABAR POPULER

Dua orang Meninggal, Satlantas Polres Bireuen Olah TKP Kecelakaan Bus Putra Pelangi dengan Isuzu...

0
KABAR BIREUEN,Samalanga— Unit Laka Lantas Satlantas Polres Bireuen menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kecelakaan lalu lintas antara Bus Putra Pelangi dengan mobil Pick...

Saladin Terharu dan Bangga, Telah Purna Tugas Masih Dicintai Wartawan

0
KABAR BIREUEN - Mantan Kapolres Bireuen, Kombes Pol (Purn) Teuku Saladin, SH, mengaku, sangat terharu dan bangga. Meski dirinya telah purna tugas, tapi masih...

Keuchik Noh Anggota DPRK Bireuen Serahkan Bantuan Mualem kepada Warga Miskin di Peusangan dan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Anggota DPRK Bireuen, M. Yunus alias Keuchik Noh, bersama Pasukan Rungkhom menyerahkan bantuan dari Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf (Mualem), kepada...

Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mendapatkan giliran operasi katarak, sekarang harus menunggu 6 - 12 bulan. Masyarakat pertanyakan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...

Jejak Kebersamaan Masih Dikenang Wartawan, Kombes (Purn) T Saladin Terharu Dapat Anugerah Sahabat PWI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Ada momen yang menghangatkan suasana pada Konferensi VII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bireuen yang digelar di Aula Setdakab Bireuen,...