KABAR BIREUEN, Bireuen – Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (Faperta) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) meluncurkan kebijakan baru yang mewajibkan setiap mahasiswa melaksanakan penelitian mandiri dengan target luaran berupa publikasi ilmiah minimal pada jurnal terakreditasi SINTA 3.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari transformasi akademik Faperta UNIKI untuk meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat kompetensi penelitian, sekaligus mendorong daya saing mahasiswa di tingkat nasional.
Dekan Faperta UNIKI, Mizan Maulana, SP., M.Si., mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan untuk membangun budaya riset dan publikasi sejak mahasiswa berada di bangku kuliah.
Menurutnya, penelitian mahasiswa tidak seharusnya berhenti pada penyusunan laporan atau skripsi. Setiap penelitian diharapkan menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan dapat dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi.
“Mahasiswa harus dibiasakan menjadi peneliti sejak dini. Penelitian yang baik bukan hanya selesai di meja pembimbing, tetapi harus dipublikasikan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat ilmiah. Karena itu, kami menargetkan setiap penelitian mahasiswa memiliki luaran minimal artikel pada jurnal terakreditasi SINTA 3,” ujar Mizan Maulana, Sabtu (8/8/2026).
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Faperta UNIKI akan memberikan pendampingan kepada mahasiswa mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian lapangan, analisis data, penulisan artikel ilmiah, hingga proses pengajuan atau submit ke jurnal nasional terakreditasi.
Fakultas juga akan membentuk kelompok riset yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Dengan demikian, proses pembinaan penelitian tidak hanya dilakukan menjelang penyelesaian tugas akhir, tetapi berlangsung secara berkelanjutan selama masa studi.

Bentuk Tim Penelitian Pertanian Pesisir Aceh
Sebagai langkah awal implementasi kebijakan tersebut, Faperta UNIKI membentuk Tim Penelitian Pertanian Pesisir Aceh yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam berbagai penelitian strategis.
Tim tersebut akan memfokuskan kajian pada sejumlah persoalan penting, antara lain pertanian wilayah pesisir, ketahanan pangan, konservasi lahan, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta inovasi teknologi pertanian.
Mizan mengatakan tim penelitian itu mengusung semangat Research, Innovation, Publication, dan Impact, dengan menempatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa sebagai bagian penting dalam pengembangan riset.
“Kami ingin penelitian tidak hanya menghasilkan data, tetapi juga melahirkan inovasi, publikasi, dan dampak yang dapat dirasakan. Karena itu, kolaborasi dosen dan mahasiswa akan menjadi kekuatan utama dalam tim ini,” katanya.
Mizan, yang baru beberapa hari dilantik sebagai Dekan Faperta UNIKI, menambahkan kebijakan tugas akhir berbasis publikasi ilmiah mulai dikembangkan oleh sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut dia, langkah tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan mutu akademik mahasiswa, tetapi juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Kebijakan baru Faperta UNIKI tersebut mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Fakultas berharap penerapannya dapat melahirkan generasi muda peneliti yang produktif, inovatif, dan mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas.
Langkah itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat posisi Faperta UNIKI sebagai salah satu pusat pengembangan riset pertanian yang berdaya saing di Aceh dan tingkat nasional. (Red)












