KABAR BIREUEN,Banda Aceh – Dua santri Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen terpilih sebagai finalis 10 besar Santri Inspiratif Dayah Aceh Tahun 2026, di tengah 198.538 santri yang terdata di 2.003 dayah dan pesantren di seluruh Aceh.
Mereka adalah Hafiza Fifadlillah, santri kelas 6B KMI, dan Balqis Batrisya, santri kelas 3B.
Atas terpilihnya sebagai finalis, kedua duta Al Zahrah tersebut mendapat pemanggilan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Dayah untuk mempresentasikan karya dan kontribusi nyata mereka di hadapan dewan juri dalam penilaian akhir yang berlangsung pada 8-10 November 2026 di Hotel Madinah, Banda Aceh.
Hafiza dan Balqis tidak hanya mewakili Al Zahrah. Keduanya juga menjadi wakil Kabupaten Bireuen, sekaligus wakil kawasan pantai utara atau Pantura, di ajang tersebut, di tengah hegemoni Aceh Besar yg mengirim 6 santrinya sebagai finalis dan Abdya dengan 2 finalis dari 10.
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., menyatakan keberhasilan dua santrinya masuk 10 besar finalis merupakan kebanggaan yang patut disyukuri.
“Keberhasilan dua santri Al Zahrah masuk dalam 10 besar finalis Santri Inspiratif merupakan sebuah kebanggaan yang patut disyukuri,” ujar Tgk. Fadhil Rahmi, saat dijumpai di Pesantren Al Zahrah, Desa Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (7/11/2026).
Hal itu mengingat jumlah dan tingkat partisipan yang mengikuti ajang tersebut.
“Tentu ajang ini sangat bergengsi, diikuti oleh dayah dan pesantren seluruh Aceh,” sebutnya.
Penganugerahan Santri Inspiratif Dayah Aceh 2026 digelar oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh sebagai bentuk apresiasi kepada santri dayah yang berprestasi, berketeladanan, kreatif, peduli lingkungan, inovatif, serta adaptif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Para finalis dinilai berdasarkan prestasi akademik, nonakademik, dan keagamaan di tingkat nasional dan/atau internasional, kontribusi sosial dan kemasyarakatan, karya yang menginspirasi, serta rekomendasi dari dayah setempat. Peserta berusia maksimal 22 tahun per Oktober 2026.
Bagi Al Zahrah, lolosnya dua santri ke babak final ini sudah menjadi bukti bahwa santri pesantren modern bisa berprestasi, berkarya, dan menginspirasi, tanpa meninggalkan identitasnya sebagai santri dayah.
Kini, seluruh keluarga besar Pesantren Modern Al Zahrah menanti dengan doa, semoga Hafiza dan Balqis pulang dari Banda Aceh membawa kabar terbaik, tidak hanya untuk Al Zahrah dan Bireuen, tetapi juga untuk Pantura Aceh. (Hermanto)









