KABAR BIREUEN – Dosen ASN Dpk pada Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim (Umuslim) Kabupaten Bireuen, Chairul Bariah, SE MM dipercayakan mengisi materi pada peluncuran program Literasi Digital Nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (21/9/2021).

Materi yang disampaikan Chairul Bariah melalui aplikasi zoom meeting, pada kesempatan itu, “Upaya Mencegah, Mendeteksi dan Menyikapi Ciberbullying.”

Dalam paparannya, Chairul Bariah yang juga Wakil Rektor II Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Provinsi Aceh menyebutkan, media digital saat ini dengan mudah diakses untuk mendapatkan berbagai informasi, peluang bisnis, pengetahuan, sosial ekonomi dan berbagai kegiatan di masa pandemi.

Lanjutnya, sistem daring mengharuskan setiap anak didik mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai kuliah harus mampu mengoperasikan IT.

“Maka dibutuhkan pendampingan orang tua agar anak-anak tidak mengakses situs-situs negatif dan cermat dalam menggunakan sosial media,” katanya.

Kata Chairul Bariah, Ciberbullying merupakan perilaku agresif dan bertujuan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau individu melalui media elektronik secara berulang-ulang dari waktu ke waktu terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut.

“Dampak dari Ciberbullying dapat mengakibatkan pengaruh atau gangguan mental seperti malu, mudah marah, penurunan daya ingat. Bila dilihat secara emosional yang mengalami bullying akan kehilangan hal-hal yang disukai, secara fisik akan merasa lelah, sakit perut dan sakit kepala sehingga akan menggangu aktivitas sehari-hari,” sebutnya.

Kemudian ia juga memberikan tips atau mencegah Ciberbullying yang dapat dilakukan.

“Diantaranya, upayakan tidak terlalu sering memposting hal-hal yang aneh. Harus memilih teman dengan cermat di sosial media, curhat di media sosial juga harus dihindari, kemudian harus mampu membedakan cerita secara pribadi dan melalui media,” sarannya.

Apabila Ciberbullying telah terjadi, tandasnya, maka kita harus mampu membangkitkan semangat dan percaya diri menuju masa depan yang lebih baik, aktif dalam lingkungan pertemanan yang baik dan sehat, harus positif thinking menghadapi semua persoalan.

“Langkah akhir kita harus berani melaporkan kepada pihak yang terkait atau berwajib, namun disarankan karena negara kita adalah negara demokrasi maka lebih baik bermufakat dalam penyelesaian masalah,” imbuhnya.

Di akhir pemaparan, Chairul menyampaikan, perlunya membedakan lelucon atau candaan dengan Ciberbullying, diantaranya memberikan rasa tidak nyaman. Kalau bercanda semua merasa nyaman, yang paling tidak dibenarkan dalam objek candaan adalah merendahkan dan menghina.

Hal ini, katanya, akan menjadi masalah besar untuk kedepannya, memojokkan objek candaan, memuaskan satu pihak saja. Semua yang dilakukan terhadap objek candaan secara berulang-ulang melalui media masa.

“Menghadapi teman yang bermasalah dalam sosmed sebaiknya kita rangkul kembali, kita ikutkan dalam berbagai kegiatan yang positif, sampaikan padanya bahwa masa lalu biarlah berlalu karena masa depan yang lebih baik telah menanti kita,” pungkas Chairul Bariah, SE MM.

Selain Chairul Bariah, webinar tersebut juga menghadirkan narasumber Nasional dari Creative Director NOAH & Planet Design Indonesia, Oleg Sanchabakhtiar. Materi yang disampaikannya, “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet.”

Kemudian materi “Tips and Trick Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital” juga disampaikan oleh narasumber Nasional, yaitu Dosen tetap Akpar NHI, Superwiratni, SE Par MM Par.

Selain itu, narasumber lokal, Kasie Manajemen GTK dan Mutu Kesiswaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh, Iswandi SPd MPd turut menyampaikan materi “Mengenal Lebih Jauh Tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi.” (Rizanur)