KABAR BIREUEN – Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Bireuen menggelar tausiah dan zikir dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H dan 16 Tahun MoU Helsinki serta Tulak Bala Covid-19.

Kegiatan dengan jumlah peserta terbatas, berlangsung di Mesjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Rabu, (11/8/2021) Ba’da Isya, menghadirkan Tgk. Dr. Zulkarnaini, MA, (Direktur Pasca Sarjana IAIN, Cot Kala, Langsa) sebagai penceramah.

Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si, dalam sambutannya mengatakan, hijrah merupakan satu hal yang sangat fundamental bagi umat muslim.

Karena peristiwa hijrah ini merupakan awal penanggalan Islam yang disebut tahun hijriah dan merupakan kilas balik perjuangan Rasulullah dalam menghadapi kafir Quraisy.

Pada kesempatan itu, Bupati mengajak masyarakat Bireuen untuk mengambil pelajaran dari keteladanan yang diberikan Rasulullah SAW pada peristiwa hijrah.

Proses hijrah itulah yang kemudian menjadi awal kejayaan Islam di berbagai penjuru dunia. Karena itu, sangat penting bagi kita mengambil pelajaran dari sejarah agar kita mampu berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik dimasa depan.

Pada tataran individual, Rasulullah menjadikan hijrah sebagai sarana untuk menegakkan aqidah nafsiah, yaitu aqidah yang baik dan terpuji di dalam diri setiap insan.

Sedangkan dalam tataran komunal, hijrah merupakan momentum membangun kebersamaan dan persaudaraan demi menegakkan Islam sebagai agama yang Rahmatan Lilalamin.

Dengan peringatan 16 tahun MoU Helsinky yang merupakan puncak dari pergolakan di Aceh yang bermuara kepada kedamaian, kenyamanan, kesejahteraan dan keamanan, yang terlebih dahulu dicoba oleh Allah dengan bencana alam tsunami.

Setelah rentetan peristiwa demi peristiwa tersebut, maka telah melahirkan kesadaran bagi elit bangsa bahwa perlu kesatuan dan persatuan untuk menghadapi segala macam musibah dan bencana, sehingga lahirlah MoU Helsinki.

“Kita patut mensyukuri rahmat Allah yang sangat besar ini dengan cara terus memelihara dan memupuk nilai-nilai MoU agar kedamaian, ketentraman, kenyamanan dan keamanan di bumi serambi mekkah ini terus abadi,” sebutnya.

Semoga melalui zikir ini dapat memperteguh keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan juga dapat memperkokoh persatuan serta terjalin hubungan silaturrahmi di antara sesama kita semua di wilayah Kabupaten Bireuen yang kita banggakan bersama.

Hadir dalam kegiatan itu, antara lain, pimpinan dan anggota DPRK Bireuen, unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen serta Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen.

Kemudian, alim ullama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, tokoh adat serta tokoh Pemuda dalam Kabupaten Bireuen dan jamaah zikir. (Herman Suesilo /*)