Jumat, 24 April 2026

Didukung HRD, Abu Mudi Ajak Tastafi Jakarta Bentengi Ummat Islam dari Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme

KABAR BIREUEN – Pengurus Tastafi (Tasawuf, Tauhid dan Fiqih) Pusat, H. Ruslan M. Daud (HRD), mendampingi Syekh Hasanoel Bashry pada acara Maulid Akbar dan Pelantikan Pengurus Tastafi Cabang Jakarta, di Aula Serbaguna Komplek Perumahan DPR RI Kalibata Jakarta Selatan, Jumat, 7 Februari 2020.

HRD yang juga anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB ini, menyatakan, siap mendukung kegiatan pengurus Tastafi Cabang Jakarta dalam rangka mengembangkan misi penyelamatan ummat Islam dari pengaruh aliran sesat.

Seiring dengan itu, Abu Syekh H. Hasanoel Bashry (Abu Mudi) saat membai’at puluhan pengurus Tastafi Cabang Jakarta, menyampaikan tentang perlunya ikhtiar kita dalam membentengi ummat Islam dari liberalisme, sekularisme dan pluralisme.

Abu Mudi menerangkan, kita menolak liberalisme agama, karena memahami Al-Quran dan Sunnah dengan menggunakan akal pikiran yang bebas. Hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.

Selain liberalisme, sebut Abu Mudi, ada juga paham sesat yaitu sekularisme agama. Pemahaman ini, katanya, memisahkan urusan dunia dari agama. Agama hanya dipakai untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur berdasarkan kesepakatan.

Lebih lanjut Abu Mudi juga menjelaskan tentang pentingnya membentengi ummat dari aliran pluralisme agama, karena paham ini mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan kebenaran setiap agama adalah relatif.

“Paham ini juga melarang setiap pemeluk agama mengklaim hanya agamanya saja yang benar, sedangkan agama yang lain salah. Pemahaman ini sungguh menyesatkan, kita harus menghalaunya dengan kegiatan pengajian Tastafi,” tegas Abu Mudi.

FOTO: FACHRUL RAZI

Menurut Pimpinan Dayah Mahadal Ulum Diniyah Islamiah (Mudi) Mesjid Raya (Mesra) Samalanga, Bireuen ini, liberalisme, sekularisme dan pluralisme agama serta beberapa paham lainnya yang bersumber dari negara barat, telah membelokkan ajaran Islam sedemikian rupa. Sehingga, menimbulkan keraguan ummat terhadap aqidah dan ibadah dalam Islam.

Misalnya, pemikiran tentang relativisme agama, penafian dan pengingkaran adanya hukum Allah, serta menggantikannya dengan hukum-hukum hasil pemikiran akal semata.

Penafsiran agama secara bebas dan tanpa kaidah penuntun ini, sebut Abu Mudi, telah melahirkan paham Ibahiyah (menghalalkan segala tindakan) yang berkaitan dengan etika dan agama serta dampak lainnya.

Relativisme agama semacam ini, menurut Abu Mudi, jelas dapat mendangkalkan akidah. Paham pluralisme dengan pengertian setuju untuk berbeda serta adanya klaim kebenaran masing-masing agama, telah dibelokkan kepada paham sinkretisme (penyampuradukkan ajaran agama), bahwa semua agama sama benar dan baik. Hidup beragam dinisbatkan seperti memakai baju dan boleh berganti-ganti.

“Aliran pemikiran tersebut telah menyimpang dari sendi-sendi ajaran Islam dan merusak keyakinan serta pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama Islam. Karena itu, kita yang bergabung dalam Tastafi ini, perlu bersikap tegas terhadap berkembangnya pemikiran tersebut,” ajak inisiator pengajian Tastafi ini. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

14 Bulan Pimpin Bireuen, Ini Capaian Kinerja Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ir H Mukhlis ST - Ir Razuardi Ibrahim MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030 oleh Gubernur...

Lewat Kuliah Umum Regenerative Design, Fakultas Teknik Umuslim Perkuat Wacana Kota Berketahanan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Gagasan pembangunan kota yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga mampu memulihkan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjadi fokus utama...

Muscab PPP Aceh Dimulai dari Bireuen, Tiga Figur Berebut Kursi Ketua

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Konsolidasi besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Aceh memasuki fase krusial. Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Aceh...

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Ratusan Guru SD di Bireuen Ikuti Diklat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan guru Bimbingan Konseling (BK) jenjang SD dalam Kabupaten Bireuen, mengikut Diklat Bimbingan Konseling dan Pendidikan Nilai untuk Guru Kelas. Kegiatan...

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...

KABAR POPULER

14 Bulan Pimpin Bireuen, Ini Capaian Kinerja Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ir H Mukhlis ST - Ir Razuardi Ibrahim MT dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025-2030 oleh Gubernur...

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...

Muscab PPP Aceh Dimulai dari Bireuen, Tiga Figur Berebut Kursi Ketua

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Konsolidasi besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Aceh memasuki fase krusial. Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Aceh...

Zamzami Dilantik Jadi Asisten III, Munawar Kadis Syariat Islam Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen kembali melakukan mutasi dan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) dalam rangka pengisian jabatan yang kosong serta penyegaran...

Lewat Kuliah Umum Regenerative Design, Fakultas Teknik Umuslim Perkuat Wacana Kota Berketahanan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Gagasan pembangunan kota yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga mampu memulihkan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjadi fokus utama...