Bukan Tindak Pidana, PN Lhoksukon Vonis Bebas Terdakwa Penipuan

KABAR BIREUEN– Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara menvonis bebas terdakwa Rasyidin  Bin Ramli (36), asal Desa Teupok Tunong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen atas kasus penipuan/penggelapan beras.

Pengacara terdakwa Rasyidin, Muhammad Ari Saputra SH kepada Kabar Bireuen, Rabu (14/2/2018) menyebutkan, dalam putusan majelis hakim terdiri dari Toto Ridarto SH, MH, (Hakim Ketua), Bob Rosman, SH dan Abdul Wahab SH,MH, yang dibacakan Senin (12/2/2018) lalu, terdakwa dinyatakan dinyatakan terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan, tetapi bukan merupakan tindak pidana.

Karena itu melepaskannya  dari segala tuntutan hukum, memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan , kedudukan, harkat dan martabatnya, menetapkan barang bukti berupa satu lenbar bon/faktur Kilang Padi Azka Jaya dikembalikan kepada saksi Asnawi dan membebankan biaya perkara kepada negara.

Dikataknnya, kliennya, Rasyidin sebelumnya bdidakwa Jaksa Penuntut umum (JPU), Muhammad Heriansyah SH, dengan penipuan atau penggelapan.

Yaitu melanggar Pasal  372 KUHPidana, Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah

Juga didakwa melanggar Pasal 378 KHUPidana, Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

Disebutkannya, jaksa menuntut Rasyidin dalam persidangan  5 Februari 2018, melakukan tindak pidanan penipuan, melanggar Pasal 378 KUHPidana, dan meminta hakim menjatuhkan pidana terhadap Rasyidin dengan pidana penjara 2 tahun  6 bulan, dikurangi seluruhnya selama terdakwa berada dalam tahanan sementara.

“Rasyidin dituduh melakukan penipuan atau penggelapan beras  terhadap saksi korban Asnawi Bin Ibrahim dengan kerugian Rp90.705.800 untuk pengambilan 666 zak/karung beras. Padahal itu kasus wanprestasi, bukan tindak pidana, hanya masalah hutang piutang pembelian beras yang terjadi pada 24 April 2016 dengan perantara Asnawi, yang mengambil beras dari Kilang padi Azka Jaya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, wajar saja jika mejelis hakim menyatakan itu bukan tindak pidana dan terdakwa haruis dilepaskan. Sebab, jika masalah hutang-piutang harus diselesaikan dengan perdata.

“Atas keputusan hakim tersebut, kami penasehat hukum terdakwa menerimanya, dimana jelas perkara yang diajukan JPU adalah sebuah perkara wanprestasi dan bukanlah perkara tindak pidana seperti yang dituduhkan jaksa kepada terdakwa,” pungkasnya.(Ihkwati)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pemkab Bireuen Tegaskan Penanganan Pascabencana Dilakukan Bertahap, Tak Ada yang Dianaktirikan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Akhir-akhir ini muncul narasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen yang digawangi oleh H. Mukhlis-Razuardi, pilih kasih dalam melakukan penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda...

Bupati Bireuen Tinjau Normalisasi Krueng Leubu, Kerahkan Dua Ekskavator Bantuan Kemendagri

0
KABAR BIREUEN, Gandapura-Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, meninjau langsung pekerjaan normalisasi Krueng Leubu di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin (26/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan...

Operasi Patuh Seulawah 2026 Digelar 26 Oktober hingga 8 November

0
‎KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Latif Usman memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026 di Lapangan Mapolda Aceh, Senin,...

Keuchik Marwan Desak Transparansi Pengelolaan Wakaf Yayasan Almuslim Peusangan: Jangan Korbankan Amanah Wakaf demi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Keuchik Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Marwan, S.H., mendesak pengelola Yayasan Almuslim Peusangan membuka laporan pengelolaan...

Dihadiri Wakil Bupati, Kapolres Bireuen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kepolisian Resor (Polres) Bireuen melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “Operasi Patuh Seulawah 2026” di Lapangan Hijau 97...

KABAR POPULER

Warga Panteu Breuh Makmur Ditemukan Meninggal Tenggelam di Mon Jambe Gandapura

0
KABAR BIREUEN - Gandapura, Muhammad Khalidin (15), warga Gampong Panteu Breuh, Kecamatan Makmur, ditemukan meninggal setelah tenggelam di kuala Gampong Mon Jambe, Kecamatan Gandapura,...

Demi Menjaga Amanah Wakaf, Keuchik Ulee Ceue Desak Audit Independen Yayasan Almuslim Peusangan.

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Keuchik Ulee Ceue, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Azwani, mendesak agar persoalan Yayasan Almuslim Peusangan diselesaikan secara transparan melalui pemeriksaan keuangan...

Keuchik Marwan Desak Transparansi Pengelolaan Wakaf Yayasan Almuslim Peusangan: Jangan Korbankan Amanah Wakaf demi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Keuchik Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Marwan, S.H., mendesak pengelola Yayasan Almuslim Peusangan membuka laporan pengelolaan...

Target Awal November Mulai Tanam Padi, Kadistanbun Bireuen Mulyadi Tinjau Progres Rehabilitasi Sawah di...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE., MM., meninjau progres pekerjaan rehabilitasi sawah di sejumlah lokasi di Kabupaten...

Rehabilitasi Puskesmas Mon Keulayu Bireuen Capai 90 Persen

0
Satgas PRR Aceh berkoordinasi dengan Pemkab Bireuen untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, fasilitas pendidikan, lahan pertanian dan hunian tetap pascabencana. KABAR BIREUEN, Bireuen — Rehabilitasi Puskesmas...