KABAR BIREUEN, Bireuen- Pengurus Wilayah (PW) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Provinsi Aceh menggelar Seminar Nasional dalam rangka Harlah ke-18 PGM Indonesia dan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik.
Kegiatan yang diikuti ratusan guru madrasah secara luring dan daring, diwarnai dengan persembahan tari tradisional Aceh, Tari Saman oleh peserta didik MIN 12 Bireuen.
Dengan tema “Guru Bahagia, Mendidik dengan Penuh Cinta” kegiatan dibuka Bupati Bireuen, Ir, H. Mukhlis, ST, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Sabtu 8 Agustus 2026.
Dalam arahannya Mukhlis mengapresiasi PW PGM Indonesia Provinsi Aceh yang telah memilih Bireuen sebagai tempat pelaksanaan Seminar Nasional ini.
Dikatakan, tema hari ini sangat menyentuh hatinya karena ia percaya, tidak akan lahir anak-anak yang hebat, cerdas, dan berakhlak, jika gurunya tidak bahagia.
“Tidak akan lahir generasi yang mencintai negeri ini, jika di ruang kelas tidak ada cinta dari gurunya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen penuh mendukung guru karena tanpa guru yang sejahtera, tanpa guru yang dihargai, maka mustahil kita bicara pendidikan berkualitas.

“Ke depan kita akan terus upayakan untuk meningkatan kapasitas guru melalui pelatihan dan seminar seperti ini. Kemudian, perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer dan guru madrasah serta penguatan ekosistem pendidikan berbasis nilai agama dan budaya Aceh,” sebutnya.
Menurut Mukhlis, di Bireuen, kontribusi guru PGM dalam membina madrasah, membina akhlak, dan mencetak generasi Qurani sangat dirasakan.
Pada kesempatan itu Bupati mengajak semua pihak untuk mengisi kemerdekaan ini dengan karya. Dan karya terbesar bangsa ini ada di tangan para guru.
“Didiklah anak-anak kita bukan hanya dengan ilmu, tapi dengan teladan. Didiklah dengan sabar, dengan senyum, dan dengan cinta. Karena guru yang bahagia, akan melahirkan murid yang bahagia. Murid yang bahagia, akan melahirkan bangsa yang bahagia dan merdeka,” pesan Bupati Mukhlis.
Kepada peserta selamat mengikuti kegiatan seminar, semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, sukses, dan membawa manfaat yang besar bagi peningkatan mutu pendidikan.
“Semoga kegiatan Seminar Nasional ini dapat melahirkan gagasan-gagasan besar untuk pendidikan Indonesia,” harap Bupati.
Kankemenag Bireuen, Dr, H, Zulkifli, S.Ag., M.Pd dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Perkumpulan Guru Madrasah menjadi sangat strategis dan relevan.

PGM bukan sekadar organisasi seremonial. Perkumpulan Guru Madrasah harus hadir sebagai Wadah silaturahmi dan penguatan solidaritas. Rumah peningkatan kompetensi dan profesionalisme. Mitra strategis Kementerian Agama.
Ruang advokasi kesejahteraan guru dan Penjaga marwah pendidikan madrasah.
Kementerian Agama, dalam hal Ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, berkomitmen untuk terus bersinergi dan mendukung penuh program-program PGM.
“Karena kemajuan madrasah tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi erat antara pemerintah, organisasi guru, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,”
Kankemenag Bireuen berpesan, mendidik dengan penuh cinta bukan berarti mendidik tanpa aturan, melainkan mendidik dengan hati yang hadir sepenuhnya untuk anak didik. guru yang bahagia bukanlah guru yang tanpa masalah, melainkan guru yang mampu menemukan makna dan syukur di tengah setiap tantangan.
Jadikanlah harlah PGM Ini sebagai titik tolak baru untuk saling menguatkan, saling belajar, dan terus menumbuhkan cinta dalam mendidik.
“Karena sesungguhnya, ilmu yang disampaikan dengan cinta akan lebih mudah meresap ke dalam hati, dan akan melahirkan generasi Our’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta tanah air,” tutupnya. (Hermanto)












